MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golongan Karya (Golkar) Idrus Marham, ditunjuk sebagai Sekretaris Tim Kerja Strategis (TKS) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Idrus pernha menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) pada era kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).
Politikus kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut merupakan bekas terpidana korupsi.
Idrus Marham terjerat kasus Korupsi proyek PLTU Riau-1 saat menjabat Mensos Kabinet Kerja Jokowi-JK.
Selain Idrus, politikus Golkar lain yang terjerat kasus korupsi yang sama adalah eks anggota DPR RI, Eni Maulani Saragih yang merupakan istri mantan Bupati Temanggung Al Khadziq.
Pada kasus ini Idrus Marham dinyatakan bersalah, dan dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun.
Idrus adalah pihak yang berbicara ke publik soal wacana pertemuan ketua umum partai politik (ketum parpol) setelah Jokowi bertemu Surya Paloh Ketum Nasdem.
“Saya kira ini sudah hampir pastilah komunikasi politik ini. Mereka-mereka ketua umum ini kan teman-teman semua juga. Udah punya pengalaman,” kata Idrus Marham di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2024), dikutip dari Kompas.tv.
Idrus berpandangan, rencana pertemuan ketua umum partai politik jadi kabar baik untuk dinamika politik Indonesia.
Idrus mengatakan, elit yang ingin ambil peran oposisi harus menjadi oposisi yang “konstruktif” dan tidak mendegradasi pemerintahan.
“Kan sudah ada komunikasi, ada komitmen. Komitmennya sama, ayo mari kita membangun suatu proses politik,” kata Idrus.
“Membangun oposisi yang konstruktif, demokratis, yang secara konsisten mengedepankan ide dan gagasan sebagai instrumen, mengkritisi. Bukan yang penting mendegradasi pemerintah, menyalahkan pemerintah,” lanjutnya.(*)