
Lembaga Indikator merilis survei tentang ‘Perubahan Opini Publik Terhadap COVID-19 dari Kesehatan ke Ekonomi’. Survei itu turut mengukur elektabilitas kandidat capres 2024 yang disebut turut dipengaruhi kondisi pandemi.
Dalam hasil survei dengan metode 15 pilihan tertutup, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertinggi (16,2%), diikuti Gubernur DKI Anies Baswedan (15%), dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto (13,5%).
“Bagaimanapun COVID-19 punya implikasi politik. Kita lihat dampaknya terutama yang selama ini digadang. Ini elektabilitas capres jika pemilihan presiden hari ini,” ucap Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, dalam paparan survei, Selasa (21/7).
Data survei itu juga menunjukkan perubahan angka elektabilitas dalam 3 bulan yaitu Februari, Mei, dan Juli. Ganjar, Anies, Sandiaga, Ridwan Kamil, AHY, dan beberapa lain meningkat. Sementara Prabowo, Khofifah, Gatot, Mahfud, menurun.
“Ada 3 nama yang relatif tinggi, Ganjar, Anies, Prabowo. Meski secara absolut Ganjar nomor 1, tapi enggak signifikan dengan anies dan Prabowo,” lanjutnya.
Sementara untuk pilihan partai politik, masih dijuarai PDIP (26,3%), kemudian Gerindra (15,2%), Golkar (6,4%), PKB (5,7%), PKS (4%), Demokrat (3,6%), NasDem (3,3%), PAN (2,1%), PPP (1,7%).
Survei digelar pada 13-16 Juli dengan 1.200 responden yang datanya didapat melalui wawancara melalui telepon. Margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95%.