Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Chatib Basri, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/6/2026). Kehadirannya menjadi perhatian publik di tengah beredarnya spekulasi mengenai kemungkinan perombakan kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Mantan Menteri Keuangan pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tiba di kompleks Istana sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam beberapa waktu terakhir, nama Chatib kerap dikaitkan dengan sejumlah posisi strategis di pemerintahan, termasuk disebut-sebut masuk dalam bursa calon Menteri Keuangan.
Saat ditemui awak media, Chatib membenarkan bahwa dirinya mendapat undangan untuk bertemu Presiden Prabowo.
“Iya,” kata Chatib.
Meski demikian, ia tidak bersedia mengungkap secara rinci isi pembahasan yang dilakukan dalam pertemuan tersebut.
“Tanya Pak Luhut. Tuh ada, rame-rame kok,” ujarnya.
Usai pertemuan, Chatib secara tegas membantah kabar yang menyebut dirinya ditawari jabatan Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo. Ia menegaskan agenda pembahasan bersama Presiden berfokus pada isu-isu ekonomi nasional.
“Enggak ada (ditawari menjadi menteri keuangan). Ini kita bahas soal ekonomi kok,” kata Chatib usai pertemuan.
Chatib juga meluruskan isu yang menyebut dirinya berada dalam satu forum dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang belakangan turut dikaitkan dengan spekulasi pergantian Menteri Keuangan. Menurutnya, pertemuan tersebut hanya dihadiri jajaran Dewan Ekonomi Nasional.
“Oh enggak ada (pembahasan bersama BGS). Saya sama DEN aja,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai isu yang menyebut dirinya berpeluang masuk kabinet, Chatib mengaku tidak mengetahui informasi tersebut.
“Saya enggak tahu,” katanya.
Ia juga membantah anggapan bahwa kepulangannya ke Indonesia berkaitan dengan isu reshuffle kabinet yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Enggak, baru diurus sekarang,” ujarnya.
Chatib menambahkan bahwa pertemuan dengan Presiden tidak dilakukan secara pribadi. Ia menyebut hadir bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan.
“Sama Pak Luhut, bareng,” katanya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Istana terkait agenda pertemuan tersebut maupun spekulasi mengenai kemungkinan perubahan susunan kabinet.