Suasana panik terjadi dalam penerbangan Lion Air JT-330 rute Jakarta–Medan saat seorang penumpang pria tiba-tiba berteriak ada bom di dalam pesawat. Insiden ini terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (3/8/2025), tak lama sebelum pesawat lepas landas.
“Tiba-tiba seorang penumpang teriak ada bom. Semua penumpang panik, banyak yang teriak-teriak dan berdiri,” ujar salah satu penumpang.
Kepanikan pun langsung menyebar di dalam kabin. Maskapai dan petugas keamanan segera mengambil tindakan cepat. Pesawat dibatalkan keberangkatannya, dan seluruh penumpang diminta turun untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, pria yang berteriak langsung diamankan pihak keamanan bandara.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ronald Sumaja, membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan. Teriakan seperti itu dianggap sebagai tindakan yang sangat serius karena menyangkut keselamatan penerbangan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelaku terancam sanksi pidana karena mengganggu ketertiban dan keamanan penerbangan. “Ada ancaman pidana berat bagi siapapun yang bercanda atau menyebarkan hoaks terkait bom di pesawat,” tegas Ronald.
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan bahwa pihak maskapai mematuhi seluruh prosedur keselamatan dan keamanan. “Lion Air menjalankan langkah sesuai prosedur untuk menjamin keselamatan seluruh penumpang dan kru,” kata Danang, dikutip dari Kumparan.
Akibat insiden ini, penerbangan JT-330 mengalami pembatalan dan dijadwalkan ulang dengan pesawat pengganti. Para penumpang yang sudah terlanjur naik ke pesawat pun harus kembali ke terminal untuk proses selanjutnya.
Pihak berwenang masih melakukan investigasi dan pengumpulan informasi lebih lanjut mengenai motif pelaku yang menyebabkan kepanikan massal tersebut.