MELIHAT INDONESIA, TANGERANG – Rabu pagi, 22 Januari 2025, TNI Angkatan Laut mengerahkan tiga unit tank amfibi ke perairan utara Tangerang, Banten. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pembongkaran pagar laut yang dinilai mengganggu ekosistem pesisir dan aktivitas nelayan. Ketiga tank tersebut disiagakan sejak pagi di Pantai Tanjung Pasir, Tangerang.
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) III Jakarta, Brigjen TNI Harry Indarto, menjelaskan bahwa tank amfibi tersebut digunakan untuk menarik pagar bambu yang telah tertancap dalam di dasar laut. “Pengerahan ini untuk memudahkan personel dalam proses penarikan pagar laut yang cukup sulit dicabut,” ujar Harry saat ditemui di lokasi.
Pagar Laut Misterius Menghambat Aktivitas Nelayan
Keberadaan pagar laut ini telah menjadi perhatian publik sejak lama. Pagar sepanjang 30,16 km itu terdiri dari ribuan batang bambu yang ditancapkan dan diberi anyaman di bagian atas. Selain mengganggu akses nelayan ke zona tangkapan, pagar ini juga merusak ekosistem pesisir.
“Keberadaan pagar di zona perikanan tangkap dan zona pengelolaan energi merugikan masyarakat pesisir, terutama nelayan,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksma I Made Wira Hady, Sabtu, 18 Januari 2025.
Aksi Bersama di Pesisir Tangerang
Pembongkaran pagar laut dimulai pada Sabtu, 18 Januari 2025, dan telah mencapai 2,5 kilometer. Pada hari kedua pembongkaran, ratusan personel gabungan TNI AL kembali bersiaga di Pantai Tanjung Pasir. Puluhan perahu motor milik TNI AL dan Badan Keamanan Laut dikerahkan untuk mendukung operasi ini.
Selain personel militer, TNI AL juga melibatkan masyarakat pesisir dalam kegiatan tersebut. “Ada ratusan warga yang membantu pembongkaran ini. Mereka ikut menarik bambu dan membersihkan sisa-sisa pagar,” ungkap Made.
Tank Amfibi untuk Tugas Khusus

Selain menarik pagar laut, tank amfibi digunakan untuk mengangkut tamu VIP yang ingin melihat langsung proses pembongkaran. Bagian atas tank telah dimodifikasi dengan bangku tambahan.
“Operasi ini tidak hanya melibatkan teknologi militer, tetapi juga kerja sama masyarakat untuk mengatasi dampak pagar laut ini,” tambah Harry.
Panjang Pagar dan Wilayah yang Terimbas
Pagar laut yang membentang di 16 desa di enam kecamatan ini telah menjadi penghalang signifikan bagi nelayan. Lokasi pagar mencakup wilayah seperti Kecamatan Kronjo, Kemiri, Pakuhaji, Mauk, Sukadiri, dan Teluknaga. Para nelayan terpaksa memutar jalur untuk mencapai zona tangkapan, yang mengakibatkan peningkatan biaya operasional mereka.
TNI AL berkomitmen menyelesaikan pembongkaran secara tuntas dalam beberapa hari ke depan, dengan harapan wilayah pesisir Tangerang dapat kembali normal dan nelayan dapat menjalankan aktivitas tanpa hambatan. (**)