Kamis, Mei 7, 2026

Transformasi Jakarta ke 50 Kota Global, Pramono Anung Paparkan Strategi di Forum PBB

Setiap pemimpin memiliki visi besar membawa daerah kepemimpinannya menjadi mendunia lewat berbagi potensi yang dimiliki wilayah tersebut. Hal tersebutlah yang sedang dilakukan oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung.

Pramono menegaskan komitmen Pemprov Jakarta dalam mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke dalam seluruh kebijakan dan program lokal. Pernyataan ini disampaikan saat ia mewakili Jakarta dalam forum High-Level Political Forum: Local and Regional Governments Forum di Markas Besar PBB, New York, pada 16 Juli 2025.

Dalam forum tersebut, Pramono menekankan bahwa transformasi Jakarta untuk masuk dalam jajaran 50 kota global teratas pada 2030 sangat bergantung pada konsistensi penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa perubahan menyeluruh dibutuhkan, mulai dari peningkatan daya tarik kota, pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia dan keterlibatan publik yang transparan.

Jakarta disebut telah mencatat berbagai kemajuan dalam agenda pembangunan berkelanjutan, antara lain di sektor kesehatan, keamanan kota bagi perempuan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi multipihak.

Salah satu sorotan utamanya adalah pencapaian Jakarta sebagai provinsi dengan Indeks Ketimpangan Gender terendah secara nasional pada 2024. Capaian ini didorong oleh kebijakan progresif seperti penyediaan bus khusus perempuan, kampanye anti-pelecehan di TransJakarta, dan optimalisasi ruang publik yang aman dengan penerangan serta pengawasan yang lebih baik.

Narasi ini mencerminkan arah baru kepemimpinan Jakarta yang lebih terbuka, tangguh, dan terintegrasi secara global.

Pramono juga menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencapaian target-target SDGs dan mendorong Jakarta menjadi pelopor pembangunan nasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Ia menutup pesannya dengan menekankan bahwa Jakarta harus menjadi kota untuk semua, di mana tidak ada satu pun kelompok yang tertinggal dalam proses pembangunan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.