Sabtu, Mei 2, 2026

WNI Tewas Diberondong Aparat Malaysia, Karding: Pemerintah Perlu Cari Kronologi Pembanding

MELIHAT INDONESIA – Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial B, asal Provinsi Riau yang menjadi korban penembakan petugas patroli laut Malaysia, telah selesai diautopsi.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri (PWNI Kemlu), Judha Nugraha, menyatakan mendapat informasi dari Polis Diraja Malaysia (PDRM) bahwa jenazah B, telah selesai diautopsi dan diizinkan untuk dipulangkan ke Tanah Air.

“KBRI Kuala Lumpur tengah mempersiapkan pemulasaran, pemetian, dan dokumen untuk memfasilitasi repatriasi jenazah ke Indonesia,” ujar Judha.

Judha menyatakan pihaknya akan menggali informasi lebih lanjut dari WNI yang terdampak.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menggali informasi ihwal kasus penembakan WNI oleh penjaga pantai Malaysia tersebut.

Menurut Karding, pemerintah Indonesia perlu mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait insiden penembakan terhadap ke-5 WNI oleh aparat Malaysia tersebut.

Hal ini, agar pemerintah Indonesia memiliki versi pembanding atas kronologi penembakan tersebut.

Kata Kadring, saat ini pemerintah Indonesia hanya mengandalkan informasi sepihak dari otoritas Malaysia.

Diketahui, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menembaki kapal berisi 5 WNI di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, pada Jumat, 24 Januari 2025, pukul 03.00.

Insiden ini mengakibatkan satu WNI tewas dan empat lainnya terluka.

Kelima WNI diduga pekerja migran nonprosedural yang mencoba keluar dari Malaysia melalui jalur ilegal di perairan Tanjung Rhu.

Dari lima korban penembakan, hanya satu yang membawa paspor.

Kemlu RI belum dapat berspekulasi soal kronologi kejadian karena informasi baru datang dari otoritas patroli laut Malaysia, sementara belum ada keterangan dari pihak WNI korban.

KBRI Kuala Lumpur menemui korban luka pada Rabu (29/1). Kemlu RI juga mengirim nota diplomatik ke Malaysia untuk mendesak penyelidikan penembakan dan dugaan penggunaan kekuatan berlebihan. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.