Selasa, April 21, 2026

Yakinlah New Normal Bisa Diterapkan, Asal…

Kapan pandemi COVID-19 akan berakhir? Kapan kita bisa kembali ke kehidupan normal seperti dulu? Sepertinya tak ada yang bisa menjawab secara pasti.

Bahkan ada yang bilang bahwa kita tak akan kembali pada kehidupan normal seperti sebelum ada wabah ini. Sebab itu dipersiapkankan skenario ‘New Normal‘ atau ‘Normal Baru’. Sebuah tatanan kehidupan yang tentu jauh berbeda dengan sebelumnya. Sesuatu yang sebelumnya disebut abnormal, namun akhirnya menjadi normal, ya ‘Normal Baru’.

Mau tidak mau, suka tidak suka masyarakat harus bisa melakukan ini. Tetap produktif di tengah pandemi, namun harus safety. Roda ekonomi memang harus terus berputar. Jika tidak, akan berapa banyak lagi karyawan yang harus dirumahkan. Akan berapa banyak lagi warga yang terpaksa tak punya penghasilan.

Beberapa waktu terakhir ini, Presiden Joko Widodo dan jajarannya terus gencarkan sosialisasi penerapan ‘Normal Baru’. Bahkan ia menyempatkan diri mengecek persiapan pelaksanaan ‘Normal Baru’ di Bekasi, Selasa (26/5). Meski di sebuah media malah disebutkan Jokowi pimpin pembukaan sejumlah mal di Bekasi (hhmm… bisa di-searching sendiri sajalah beritanya).

Pemerintah memang akan melakukan simulasi pelaksanaan ‘Normal Baru’, di mana masyarakat mulai diperbolehkan beraktivitas di luar rumah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kenakan masker, jaga jarak dan sering cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Nah, yang banyak menjadi sorotan tentu apakah bisa hal itu diterapkan di Indonesia? Kalau bagi penulis, itu adalah sesuatu hal yang mungkin dan harus dilakukan. Jika tidak, sampai kapan kita akan begini? Dengan kondisi pasien COVID-19 yang terus naik.

Tapi bukan hanya bisa saja, bisa itu asalkan ada kedisiplinan dari masyarakatnya sendiri. Jangan lagi ngeyel, nggak mau pakai masker dan berkerumun.

Mulailah dari diri sendiri, karena bagaimanapun pencegahan ya dari sendiri. Dalam kondisi saat ini, kita bisa beraktivitas secara normal dengan hal-hal baru. Tentu untuk menjaga diri sendiri dan orang lain.

Jangan egois lah, jangan belum-belum sudah salahkan pemerintah atau pesimistis dengan rencana pemerintah. Kita harus mampu menjaga diri sendiri. Jangan mentang-mentang mal dan pusat perbelanjaan sudah dibuka, kita ngemall tanpa tujuan jelas. Nongkrong-nongkrong berkerumun dengan sesumbar bahwa corona tak akan masuk tubuhnya atau kalau terkena pun sudah takdir Tuhan.

Helllooo… Kalau kita tak bisa menjaga diri, kalau kita tetap egois, kalau kita tetap seenaknya sendiri ya jangan harap penyebaran virus COVID-19 bisa segera terputus.

Istilah berdamai dengan corona, bukanlah pasrah. Namun tetap produktif, tetap kreatif dan yang pasti tetap aman. Sebenarnya perlu dicoba juga sih penerapan ‘Normal Baru’ ini, tentu dengan melibatkan semua pihak untuk menegakkan disiplin yang benar. Dan yang pasti, jangan ngeyel yaaa… Abis ngeyel terus kalau positif salahin pemerintah… Atau malah nularin yang lain…

Ayolah, kita bisa bergerak untuk Indonesia. Untuk negara kita tercinta, yakinlah jika kita mau berusaha… Pasti bisa…

Penulis: Rika Sudjiman

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.