Selasa, Juni 9, 2026

1 dari 7 Anak Muda di Indonesia dan China Kini Menganggur

Bank Dunia melaporkan bahwa anak muda di Indonesia dan China tengah menghadapi kesulitan besar dalam mencari pekerjaan.

Kondisi ini dipicu oleh semakin sempitnya lapangan kerja formal di kedua negara.

Laporan bertajuk East Asian and The Pacific Economic Update edisi Oktober 2025 menyebutkan, sekitar satu dari tujuh anak muda di kawasan tersebut kini menganggur.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, menjelaskan bahwa tantangan ini paling menonjol terjadi di China dan Indonesia.

Menurut data Bank Dunia, tingkat pengangguran usia muda 15–24 tahun di Indonesia mendekati 15 persen, sementara di China sudah melampaui angka tersebut.

Angka ini menempatkan kedua negara di posisi tertinggi di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Negara-negara seperti Mongolia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand berada di urutan berikutnya dengan tingkat pengangguran muda berkisar antara 5 hingga 10 persen.

Untuk Indonesia, Bank Dunia menilai persoalan utama bukan terletak pada ketatnya pasar tenaga kerja, tetapi lebih pada ketidaksesuaian antara kemampuan dan latar belakang pendidikan dengan jenis pekerjaan yang tersedia.

Aaditya Mattoo menambahkan, banyak universitas di Indonesia dan China yang tumbuh pesat, namun belum mampu menyediakan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Akibatnya, banyak lulusan muda kesulitan menemukan pekerjaan yang relevan.

Bank Dunia menilai bahwa jika ketimpangan ini tidak segera diatasi, risiko pengangguran struktural di kalangan muda akan meningkat, menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang, dan memperlebar kesenjangan sosial di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.