Pemerintah Kabupaten Kediri memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan menggelar kegiatan korvei atau kerja bakti di kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Sekretaris Daerah Mohamad Solikin mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak cukup hanya menjadi seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan masyarakat.
Menurut Solikin, gerakan menjaga kebersihan lingkungan sebenarnya telah menjadi agenda rutin di Kabupaten Kediri. Kegiatan kerja bakti secara berkala dilaksanakan hingga tingkat desa setiap Selasa dan Jumat sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menjelaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema tersebut menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Ia mengungkapkan setiap orang rata-rata menghasilkan sekitar 0,4 kilogram sampah per hari. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Kediri yang mencapai sekitar 1,6 juta jiwa, potensi sampah yang dihasilkan bisa mencapai sekitar 677 ton per hari.
Karena itu, DLH Kabupaten Kediri mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya, terutama di lingkungan rumah tangga. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan memilah sampah sejak pertama kali dihasilkan.
Menurut Putut, kebiasaan memilah sampah dari rumah akan membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Usai kegiatan kerja bakti, rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup dilanjutkan dengan telekonferensi yang diikuti jajaran kementerian, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota dari berbagai daerah di Indonesia.