Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengungkap sekitar 150 ribu warga negara Indonesia saat ini bekerja di Kamboja, termasuk pedagang makanan seperti Soto Madura.
Fenomena ini disoroti karena Kamboja dinilai memiliki tingkat kemiskinan lebih tinggi dibanding Indonesia.
Ia memperingatkan calon pekerja migran untuk memverifikasi kebenaran informasi lowongan kerja, mengingat banyaknya iklan palsu di media sosial yang justru menjebak korban ke dalam perdagangan orang, khususnya di Myanmar dan Kamboja.
Muhaimin menegaskan pemerintah daerah dan kementerian terkait harus aktif memperbarui informasi lowongan kerja resmi agar masyarakat tidak terjerumus menjadi korban penipuan atau eksploitasi.
Ia bahkan mengaku harus berangkat langsung ke Kamboja untuk melakukan diplomasi dengan Perdana Menteri setempat demi membantu WNI yang menjadi korban.