Senin, Mei 11, 2026

Ratusan Orang Diskrining Katarak Gratis, Begini Hasilnya..

MELIHAT INDONESIA, BANYUMAS – Aksi terpuji dan patut dicontoh dilakukan oleh lintas instansi di Desa Ledug Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.

Dalam aksi sosial, ratusan warga yang selama ini kesulitan akses untuk urusan kesehatan mata mendapatkan pemeriksaan kesehatan mata serta skrining katarak gratis, Minggu (26/05/2024).

Aksi tersebut digelar atas kerjasama Pemdes Ledug, Relawan Komunitas Sedulur Ledug, Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Purwokerto serta Kementerian Sosial melalui Sentra “Satria” di Baturraden.

Hampir 200 orang menjadi peserta kegiatan tersebut. Dari angka tersebut sekitar 40 orang dinyatakan mengalami gangguan mata, yang harus mendapatkan perawatan medis, 9 diantaranya pterygium yaitu penyakit mata yang ditandai dengan tumbuhnya selaput pada bagian putih bola mata. Sisanya adalah penyakit katarak.

Direktur RSKM Purwokerto dr Ahmad Hermanto MM dalam keterangannya menyebutkan, jika selama ini katarak adalah penyumbang terbesar kasus mata di Indonesia. Namun hal ini masih kurang edukasi bagi penderitanya.

“Kami hadir dalam acara seperti ini ingin memberikan edukasi terhadap masyarakat secara langsung. Harapannya dapat menurunkan angka katarak khususnya di Banyumas, dan Indonesia pada umumnya,” ujar dokter yang akrab disapa Aher ini.

Aher berharap program Rumah Sakit Tanpa Dinding (RSTD) dengan datang ke masyarakat mampu menjadi jembatan agar masyarakat tergugah dalam hal kesehatan mata. Lantaran selama ini masyarakat masih ada kecenderungan mengabaikan.

“Dengan pemeriksaan, dan skrining seperti ini masyarakat bisa paham dengan kondisi kesehatannya, sekalian kita edukasi bahwa pemeriksaan organ mata itu pentik sekali, karena mata merupakan sebuah jendela. Kita tahu, semua aktivitas kita awali dengan membuka mata, mulai dari bangun tidur, sholat, mengaji dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya,

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga mengapresiasi kerjasama antara relawan sosial, pemerintah desa, rumah sakit sertra kementrian sosial yang turut peduli, bersama-sama membantu masyarakat dalam hal kesehatan mata.

“Relawan dan pemerintah desa ini yang biasanya lebih tahu kondisi masyarakat, lantaran setiap hari bersentuhan langsung. Nah untuk Kementrian sosial, perannya juga sangat luar biasa. Ada sebagian masyarakat yang mengalami kesulitan biaya lantaran belum tercover BPJS, maka bisa dibantu melalui program di kementrian sosial, dalam hal ini melalui Senntra Satria di Baturraden ini,” ungkapnya.

Sementara Kang Yayo Ketua Relawan Sedulur Ledug menyatakan, selama ini dirinya bersama timnya sudah terjun dalam hal sosial kemanusiaan, terrmasuk kesehatan masyarakat.

Banyak diantara warga yang ditemui ini mengalami kendala soal organ mata. Beruntung dengan menggelar kegiatan semacam itu dalam satu waktu, banyak orang yang dapat terbantu.

“Komitmen kami, sebisa mungkin kita membantu sesama termasuk dalam hal kesehatan mata ini. Soalnya banyak diantara mereka yang mengeluh, tapi hanya sekedar mengeluh, belum ada solusinya. Dengan kegiatan semacam ini semoga menjadi solusi bersama-sama,” tandasnya (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.