Kamis, Juni 4, 2026

Negara Ini Miliki Pasukan Tentara Perempuan Cantik Paling Tangguh di Dunia

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Dalam dunia militer, pria seringkali menjadi mayoritas karena pekerjaan ini membutuhkan kekuatan fisik dan latihan keras. Namun, sejak ratusan tahun yang lalu, perempuan juga telah memainkan peran penting di medan perang. Meskipun jumlahnya lebih sedikit, pasukan tentara perempuan di beberapa negara tidak kalah kuat dan tangguh dibandingkan dengan pasukan pria.

Di balik penampilan mereka yang mungkin terlihat lembut, para perempuan ini telah membuktikan diri sebagai prajurit yang tangguh, bahkan sering berada di garis depan pertempuran. Berikut adalah lima negara dengan pasukan tentara perempuan yang paling kuat dan berpengaruh di dunia.

Rusia
Rusia memiliki sejarah panjang mengenai keterlibatan perempuan dalam militer, terutama selama Perang Dunia I dan II. Pasukan perempuan Rusia tidak hanya bertempur di garis depan, tetapi juga menduduki posisi strategis seperti sniper, pilot pesawat tempur, hingga mekanik tank baja. Saat ini, sekitar 10% dari Angkatan Darat Federasi Rusia adalah perempuan, atau sekitar 35.000 orang. Mereka terus berperan penting dalam menjaga keamanan negara.

Israel
Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang mewajibkan warganya, baik pria maupun perempuan, untuk mengikuti wajib militer. Sejak tahun 1985, perempuan Israel telah diizinkan untuk mengambil peran tempur. Bahkan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terus membuka lebih banyak posisi tempur untuk rekrutan perempuan, dengan syarat mereka harus melewati berbagai pemeriksaan fisik dan mental yang sangat ketat. Pasukan perempuan Israel kini juga bertugas di unit elit seperti unit pencarian dan penyelamatan 669.

Norwegia
Norwegia menjadi negara NATO pertama yang mengizinkan perempuan bertugas di semua peran tempur pada tahun 1985. Meskipun jumlahnya masih sedikit, Norwegia terus mengembangkan peran perempuan dalam militer. Pada tahun 2014, Norwegia mendirikan Jegertroppen atau Hunter Troop, yang merupakan program pelatihan pasukan khusus perempuan pertama di dunia. Calon pasukan elit perempuan ini harus menjalani persiapan yang sangat berat, termasuk perjalanan panjang sejauh 30 kilometer dengan perbekalan minim dan peralatan berat.

Amerika Serikat
Partisipasi perempuan dalam militer Amerika Serikat telah berlangsung sejak Perang Revolusi Amerika pada 1775-1783, di mana mereka berperan sebagai mata-mata. Selama Perang Dunia II, perempuan mulai bertugas dalam peran non-tempur dan terus aktif dalam berbagai konflik, seperti di Vietnam dan Irak. Pada tahun 2015, Pentagon mengumumkan bahwa semua posisi tempur terbuka untuk perempuan, termasuk pertempuran darat di garis depan. Pada tahun 2021, ada lebih dari 74.000 perempuan yang bertugas aktif di Angkatan Darat AS, menjadikan AS sebagai negara dengan jumlah tentara perempuan terbanyak di dunia.

Ukraina
Ukraina memiliki salah satu tentara terbesar di Eropa, dengan 57.000 perempuan yang bertugas. Jumlah pasukan perempuan di Ukraina terus meningkat, dan pada tahun 2021 tercatat sebanyak 32.596 perempuan yang aktif dalam militer. Tentara perempuan Ukraina dan pejuang sukarelawan sering bertugas di garis depan, terutama di wilayah konflik seperti Donetsk, yang menjadi lokasi pertempuran paling sengit dengan Rusia. Mereka menunjukkan keberanian luar biasa, bahkan menolak untuk pulang ke rumah dan selalu siap untuk bertempur kapan pun dibutuhkan.

Kelima negara ini menunjukkan bahwa perempuan dapat berperan penting dan berpengaruh dalam dunia militer. Dengan keberanian dan ketangguhan mereka, para tentara perempuan ini terus membuktikan bahwa mereka mampu berdiri sejajar dengan rekan pria mereka di medan pertempuran. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.