MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Setiap tahun, upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus selalu menjadi momen penting bagi bangsa, di mana para mantan kepala negara diundang untuk turut hadir. Kehadiran mereka dianggap sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa dan kesinambungan kepemimpinan.
Namun, pada peringatan HUT ke-79 RI tahun ini, baik Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dipastikan tidak akan hadir dalam upacara yang digelar di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
SBY Pilih Upacara di Kampung Halaman
Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), telah memutuskan untuk tidak hadir di IKN. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa SBY memilih untuk mengikuti upacara di kampung halamannya di Pacitan. Keputusan ini diambil karena SBY sudah memiliki rencana untuk pulang kampung jauh-jauh hari.
“Upacaranya di Pacitan, di kampung halaman. Kegiatan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari,” ujar AHY.
Megawati Pilih Pimpin Upacara di Sekolah Partai PDIP
Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI, juga memutuskan untuk tidak hadir di IKN. Ketua Umum PDI Perjuangan ini memilih untuk memimpin upacara HUT RI di sekolah partai PDIP di Jakarta. Keputusan ini diambil karena permintaan dari kader partai yang menginginkan Megawati menjadi Inspektur Upacara.
Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDIP, menjelaskan bahwa Megawati memang sudah memiliki agenda pribadi pada hari tersebut. “Ibu Mega sudah diagendakan untuk memimpin upacara di sekolah partai. Itu permintaan dari bawah,” kata Djarot di Jakarta. (**)