MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Kematian mahasiswa PPDS anestasi Undip, dr. Aulia Risma Lestari diduga berkaitan dengan beratnya beban kerja/belajarnya di rumah sakit.
Salah satunya karena PPDS diharuskan berpraktik di RSUP Kariadi hampir 24 jam, dan itu berlangsung terus menerus.
Keluarga dr. Aulia pernah menyatakan bahwa mereka telah berkali-kali melaporkan ke kampus mengenai hal tersebut, tetapi tidak pernah ada tanggapan serius.
Dekan Fakultas Kedokteran (Undip) Yan Wisnu selaku petinggi fakultas yang membahasi PPDS, ternyata tidak mengetahui adanya laporan dari keluarga dr. Aulia.
“Saya tidak tahu persis,” ucap Yan saat berapa di kampusnya, Jumat (13/9/2024).
Sebelumnya, kuasa hukum keluarga dr. Aulia, Misyal Achmad menjelaskan, kliennya sudah mengadukan praktik tak lazim tersebut kepada kepala program studi (prodi) PPDS Undip sejak 2022 lalu.
“Setiap ananda almarhumah (dr. Aulia) ini mengeluh, beliau (keluargal melaporkan. Jadi berkali-kali melapor. Dari 2022,” papar Misyal pada Rabu (4/9/2024) lalu.
Undip kerap melempar tanggung jawan ke RS Kariadi saat ditanya mengenai jam kerja PPDS yang hampir 24 jam. (*)