Minggu, Juni 14, 2026

Kocak dan Penuh Makna, Ustadz Das’ad Latif Bahas Bidadari dan Siksa Suami

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Dalam ceramahnya yang kerap kali mengundang tawa, Ustadz Das’ad Latif berhasil memadukan humor dan hikmah dalam pembahasannya tentang bidadari dan doa seorang istri yang tidak ingin suaminya mendapatkan bidadari di surga. Momen konyol ini terjadi saat Ustadz Das’ad mengungkapkan pengalaman lucunya di Makassar, yang membuat jamaah terpingkal-pingkal.

Saat memberikan ceramah, seorang ibu mengajukan pertanyaan yang penuh kecemasan, “Ustadz, betulkah nanti di surga satu laki-laki akan mendapatkan tujuh bidadari?” Ustadz Das’ad yang dikenal dengan gaya bicaranya yang santai menjawab dengan lugas, “Iya, Bu, kalau suami ibu masuk surga, dia akan mendapatkan bidadari.”

Permintaan doa dari ibu tersebut agar suaminya tidak mendapatkan bidadari semakin membuat suasana ceramah menjadi hidup. “Ustadz, bolehkah saya berdoa agar Allah tidak memberikan suamiku bidadari? Cukuplah aku menjadi bidadarinya dari dunia sampai akhirat,” pintanya.

Mendengar permohonan tersebut, Ustadz Das’ad pun menyampaikan tanggapan yang mengundang tawa, “Sini kau, Bu. Kau sudah siksa suamimu di dunia, sekarang kau mau lanjut di akhirat? Beleng-beleng!”

Analogi lucu yang digunakan Ustadz Das’ad—seperti membeli nasi bungkus dan membuang nasinya—menjelaskan betapa tidak logisnya ingin memonopoli pasangan di dunia dan akhirat. Ia mengingatkan jamaah bahwa surga adalah tempat penuh kenikmatan yang jauh melebihi kehidupan di dunia.

Di balik candaan tersebut, Ustadz Das’ad menyampaikan pesan penting mengenai keikhlasan dalam rumah tangga. Ia mendorong pasangan suami istri untuk saling mendukung dan mendoakan agar dapat bersama-sama memasuki surga, bukan terjebak dalam egoisme yang hanya berfokus pada kepemilikan semata.

Lebih jauh, Ustadz Das’ad menegaskan bahwa kehidupan di akhirat tidak sama dengan di dunia. Di surga, segala rasa sakit, cemburu, dan kesedihan akan lenyap, digantikan oleh kebahagiaan yang tidak terbayangkan. Maka, tidak ada gunanya membawa rasa cemburu terhadap bidadari ke dalam pikiran tentang surga.

Ceramah yang penuh dengan tawa dan makna ini berhasil menarik perhatian banyak orang. Ustadz Das’ad dengan cerdas mengemas pesan moral tentang pentingnya fokus pada ibadah dan menjaga hubungan baik antara suami istri. Dengan gaya humoris namun tetap mendidik, Ustadz Das’ad menunjukkan bahwa dakwah bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan tanpa mengurangi esensi ajaran agama.

Dengan harapan untuk selalu mengingat bahwa kebahagiaan di akhirat jauh lebih berharga daripada hal-hal duniawi, Ustadz Das’ad berhasil membuat jamaahnya tidak hanya tertawa, tetapi juga merenungkan makna yang lebih dalam dari kehidupan. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.