MELIHAT INDONESIA, NGAWI – Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono meresmikan 5 palang pintu perlintasan kereta api (KA) di Kabupaten Ngawi demi mewujudkan keselamatan pengguna jalan.
Saat bupati yang akrab disapa Mas Ony itu menyampaikan sambutan peresmian perlintasan kereta api (KA), ada kereta yang melintas di lokasi.
Sontak, Mas Ony pun berhenti sejenak, karena suara klakson kereta yang nyaring.
“Aman, sudah nutup soalnya,” kata Mas Ony, disambut tawa hadirin, Senin (23/12/2024).
Peresmian dilakukan secara simbolis di jalur perlintasan langsung (JPL) 16 turut Desa Tambakromo, Geneng. Adapun 4 titik lain adalah JPL 32 Desa Wonokerto, Kedunggalar; JPL 40 Desa Sidolaju, Widodaren; JPL 55 Desa Pakah, Mantingan; dan JPL 23 Desa Tempuran, Paron.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, maka 5 perlintasan kereta api yang beraada di Kabupaten Ngawi kami nyatakan resmi dioperasionalkan,” ucap Ony.
Ony menegaskan, Pemkab Ngawi mempunyai komitmen serius terhadap perlintasan sebidang. Ia ingin memastikan transportasi yang aman, nyaman dan sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP).
Dia mengatakan, jalan di Kabupaten Ngawi sudah dalam kondisi mantab di atas 97 persen. Sehingga, kini ia mengejar terwujudkan “jalan paripurna” sebagai menyempurkan program “jalan mantab”.
“Setelah kondisi strukturnya, jalan harus dilengkapi bagaimana bahu jalannya, drainasenya, PJU (penerangan jalan umum)-nya, termasuk perlintasan kereta api,” imbuhnya.
Berdasarkan laporan dinas perhubungan setempat, ada 13 jalur perlintasan KA yang akan dibangun palang pintu. Dari jumlah tersebut, 5 palang pintu di antaranya opersionalnya diresmikan hari ini.
“Kita resmikan tahun ini ada 5, kemudian nanti menyusul 2. Sehingga tinggal 6 lagi. Tahun depan kita ingin menyelesaikan, kalau bisa seluruh perlintasan KA di Ngawi sudah ada palang pintu dan petugasnya,” papar Ony.
Menurutnya, keberadaan palang pintu dan petugas jaga dapat meningkatkan keselamatan warga Ngawi dan seluruh orang yang melintas di kabupaten ini.
“Ini bagian dari komitmen kita bersama bagaimana memastikan keselamatan pengguna jalan di Ngawi semakin hari semakin baik,” harapnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Ngawi, Anang Heri Prabowo, menjelaskan bahwa keberadaan palang pintu ini menjadi kebutuhan mendesak untuk meminimalisir potensi kecelakaan yang bisa terjadi di perlintasan sebidang.
“Kami melihat arus lalu lintas di sekitar sini semakin padat, jadi palang pintu ini sangat diperlukan untuk menghindari kecelakaan,” kata Anang.
Anggaran untuk pemasangan palang pintu ini berasal dari dana daerah maupun provinsi, yang diharapkan dapat terus mendukung peningkatan keselamatan transportasi di Kabupaten Ngawi. (*)