Minggu, April 19, 2026

Tragedi Penembakan di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak

MELIHAT INDONESIA, TANGERANG – Kamis dini hari (2/1), suara letusan senjata api memecah keheningan di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak. Insiden itu berujung pada kematian RM (60) dan melukai IS (48). Peristiwa ini kini menjadi fokus investigasi intensif pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Arif N. Yusuf, menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, aksi penembakan bermula dari laporan saksi yang melihat sejumlah mobil saling berkejaran hingga berhenti di depan sebuah minimarket di rest area tersebut. Dari salah satu mobil, seorang pelaku diduga menembakkan lima peluru, mengenai kedua korban.

Awal Konflik, Mobil Rental

Keterangan saksi AM, yang merupakan keluarga korban, mengungkapkan bahwa insiden ini berawal dari konflik terkait bisnis mobil rental. AM menjelaskan pelaku diduga mencoba membawa kabur mobil rental milik keluarga mereka. Dengan bantuan GPS, pelaku berhasil dilacak hingga ke lokasi kejadian.

“Saat mobil ditemukan di depan minimarket, kami mencoba menghadang. Namun, pelaku justru bertindak brutal dengan menembakkan senjata api secara membabi buta,” tutur AM.

Barang Bukti di Lokasi

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan lima selongsong peluru kaliber 9 mm merek Luger dan sebuah mobil Brio berwarna oranye yang diduga menjadi objek sengketa. Selongsong peluru tersebut kini menjadi petunjuk penting dalam mengungkap identitas pelaku.

Korban RM ditemukan tewas dengan luka tembak di bawah ketiak kanan, sementara IS mengalami luka serius di dada dan tangan kiri. Jenazah RM telah dibawa ke RSUD Balaraja untuk pemeriksaan forensik, sedangkan IS dirujuk ke RSCM Jakarta guna mendapatkan perawatan intensif.

Langkah Polisi

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, turun langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan jalannya investigasi. Ia menegaskan bahwa kepolisian akan bekerja keras mengungkap motif dan menangkap pelaku.

“Kami masih mendalami motif di balik aksi ini. Penyidikan sedang dilakukan secara menyeluruh, dan kami berkomitmen segera menangkap pelaku,” ujar Baktiar.

Peristiwa ini menciptakan ketegangan di masyarakat, terutama pengguna tol yang sering berhenti di rest area tersebut. Banyak pihak kini menyerukan peningkatan keamanan di kawasan peristirahatan jalan tol guna mencegah kejadian serupa terulang.Tragedi di rest area KM 45 menjadi pengingat bahwa konflik bisnis, jika tidak diselesaikan secara bijak, bisa berujung pada kekerasan. Polisi diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban.

Sementara itu, masyarakat diminta tetap waspada dan segera melaporkan hal mencurigakan yang terjadi di lingkungan sekitar untuk membantu menjaga keamanan bersama. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.