Kamis, April 23, 2026

Kebijakan Bahlil Susahkan Rakyat Kecil, Pengamat: Mematikan Usaha Mereka

MELIHAT INDONESIA – Warga Pamulang, Kota Tangerang, Banten, meninggal diduga kecapekan setelah antre dan berjalan cukup jauh dengan menenteng dua tabung gas elpiji kemasan 3 Kg.

Meninggalnya warga bernama Yoni (62), seoran penjual nasi uduk itu, mendapat sorotan luas di tengah kelangkaan gas 3 kg, buntut kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Bahlil melarang warung dan pedagang eceran menjual gas elpiji 3 Kg atau gas melon.

Yonih membawa dua tabung gas kosong pukul 11.00 WIB. Ia sempat diminta pulang karena pembelian gas bersubsidi memerlukan KTP.

Yonih kembali mengantre dan sempat beristirahat di laundry dekat pangkalan gas. Namun, setibanya di rumah, ia langsung pingsan.

Yonih dilarikan ke Rumah Sakit Permata, namun setibanya di sana, ia dinyatakan meninggal dunia.

Ekonom UGM, Fahmy Radhi, mengatakan bahwa larangan pengecer menjual gas elpiji 3 Kg yang digagas Bahlil Lahadalia, hanya akan menyusahkan rakyat kecil.

Menurutnya, kebijakan ini justru berpotensi mematikan pedagang kecil lantaran menyusahkan konsumen untuk mendapatkan LPG 3 Kg.

Kebijakan Bahlil ini disebut berbanding terbalik dengan komitmen Presiden Prabowo yang ingin berpihak pada rakyat kecil.

“Selama ini pengecer merupakan pedagang dan warung-warung kecil untuk mengais pendapatan dengan berjualan LPG 3 Kg. Larangan bagi pengecer menjual LPG 3 Kg mematikan usaha mereka,” ujarnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.