Selasa, April 28, 2026

Kritik Pedas UAS Soal Program Makan Gratis: Anak Diberi Makan, Orangtuanya Tak Punya Kerja

MELIHAT NDONESIA, JAKARTA – Belakangan ini, potongan video ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menyinggung program makan bergizi gratis (MBG) pemerintah ramai diperbincangkan. Video tersebut diunggah oleh akun @sahabatuaschannel dan menyebar luas di berbagai platform, termasuk X.

“Bagaimana anak dikasih makan dari APBN, sementara ayahnya dibiarkan tidak punya pekerjaan,” ujar UAS dalam potongan video yang viral, dikutip Sabtu (22/2/2025).

Menurut UAS, tugas negara bukanlah sekadar memberi makan anak, melainkan memastikan bahwa orang tua mereka memiliki pekerjaan yang layak. Ia menekankan bahwa tanggung jawab utama negara adalah menciptakan lapangan pekerjaan agar para ayah bisa memberikan nafkah bagi keluarga mereka.

“Negara itu, menyediakan lapangan kerja. Bapaknya punya gaji, ngasih makan anaknya bergizi. Begitu konsepnya,” kata UAS tegas.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto tetap optimistis bahwa program MBG akan berdampak besar pada perekonomian nasional. Dalam konferensi pers di Istana Merdeka pada Senin (17/2/2025), Prabowo menjelaskan bahwa program ini bukan hanya untuk membantu anak-anak kurang mampu, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.

“Program makan bergizi gratis diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan di seluruh daerah kita, karena uang berputar di desa, di kecamatan, di kabupaten,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa program MBG adalah bagian dari delapan kebijakan utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I/2025. Kebijakan lainnya mencakup kenaikan upah minimum provinsi (UMP), optimalisasi penyaluran bantuan sosial, pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi ASN dan pekerja swasta, serta berbagai stimulus ekonomi lainnya.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan subsidi kendaraan listrik, optimalisasi kredit usaha rakyat (KUR), dan strategi stabilisasi harga pangan guna memperkuat perekonomian nasional. Prabowo menyebutkan bahwa program ini didanai dari hasil penghematan anggaran dan dividen BUMN.

Dalam pidatonya di acara HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu lalu, Prabowo mengungkapkan bahwa dana sebesar Rp24 triliun telah dialokasikan untuk mendukung program MBG.

“Rp24 triliun terpaksa saya pakai untuk Makan Bergizi Gratis. Rakyat kita, anak-anak kita, tidak boleh kelaparan,” tegasnya.

Prabowo menjelaskan bahwa penghematan anggaran dilakukan dalam dua tahap dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp608 triliun. Ditambah dividen BUMN yang mencapai Rp300 triliun—di mana Rp100 triliun dikembalikan untuk modal kerja—total anggaran yang tersedia diperkirakan mencapai Rp750 triliun.

“Yang lagi ramai penghematan. Penghematan putaran pertama oleh Kementerian Keuangan disisir, dihemat Rp300 triliun. Penghematan putaran kedua Rp308 triliun, dividen BUMN Rp300 triliun, Rp100 triliun dikembalikan, jadi totalnya kita punya Rp750 triliun,” ungkapnya.

Dari total dana tersebut, Prabowo memastikan Rp24 triliun digunakan untuk program MBG demi menjamin anak-anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi.

“Kalau ada anak orang kaya yang sudah kenyang dan sudah makan enak, nggak apa-apa, jatahmu kasih ke orang lain,” pungkasnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.