Jumat, April 24, 2026

Begini Sikap Ahok Saat Mau Diperiksa Kejagung, Mengejutkan!

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menegaskan kesiapannya untuk diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023. Alih-alih khawatir, Ahok justru menyambut baik kemungkinan dirinya dimintai keterangan.

“Ya bisa saja, dan aku senang jika diminta keterangan,” ujar Ahok dalam pesan singkat kepada wartawan baru-baru ini.

Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina saat dugaan praktik korupsi itu berlangsung. Namun, ia enggan berspekulasi lebih jauh mengenai modus yang digunakan dalam impor BBM yang disebut merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah.

Menurutnya, pengadaan BBM di Pertamina merupakan ranah teknis yang berada di bawah tanggung jawab jajaran direksi dan pihak terkait lainnya. Ahok menekankan bahwa pengawasan di Pertamina tidak hanya dilakukan oleh jajaran komisaris, tetapi juga oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan lembaga lainnya.

“Harusnya jika sampai terjadi dugaan korupsi, berarti melibatkan semua pihak yang berhubungan,” kata Ahok.

“Kami hanya melakukan pengawasan dan memberikan saran jika ada laporan. Anak perusahaan juga memiliki dewan komisaris dan komisaris utama masing-masing,” tambahnya.

Kejaksaan Agung sendiri telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ini. Enam di antaranya merupakan pejabat Pertamina, termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. Riva diduga melakukan manipulasi dengan mencatat impor minyak mentah berkualitas rendah (di bawah RON 90) sebagai RON 92, yang berdampak pada dugaan mark up besar-besaran.

Selain enam pejabat Pertamina, tiga tersangka lainnya berasal dari pihak swasta yang turut berperan dalam skandal ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, mengungkapkan bahwa dugaan kerugian negara akibat praktik ini mencapai Rp193,7 triliun hanya untuk tahun 2023. Tidak menutup kemungkinan, modus serupa telah terjadi sejak 2018 hingga 2022, bahkan dengan angka yang lebih besar. Kejagung masih terus mendalami fakta-fakta yang ada.

Di tengah ramainya pemberitaan ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, memastikan bahwa produk BBM Pertamina tetap memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Ia merespons kekhawatiran publik yang mencuat setelah kasus dugaan manipulasi BBM ini mencuat.

“Kami pastikan operasional Pertamina berjalan lancar, layanan terus dioptimalkan, dan kualitas produk BBM tetap terjaga,” kata Simon.

Meskipun kasus ini terus bergulir, Ahok tampak tak gentar menghadapi kemungkinan diperiksa. Dengan nada optimis, ia menegaskan kesiapannya dan menyatakan keyakinannya pada sistem pengawasan yang telah berjalan di Pertamina selama masa jabatannya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.