MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Malam Lailatul Qadar selalu menjadi misteri yang membuat banyak umat Islam penasaran. Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini diyakini terjadi di sepuluh hari terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Namun, muncul anggapan bahwa Lailatul Qadar selalu jatuh pada malam Jumat. Sejumlah umat Islam meyakini bahwa karena Jumat adalah sayyidul ayyam atau rajanya hari, maka malam istimewa itu pasti terjadi di malam Jumat saat Ramadhan.
Sebagian orang bahkan berspekulasi berdasarkan kalender hijriah, mencoba mencocokkan malam ganjil dengan hari Jumat. Misalnya, jika malam ke-21 Ramadhan bertepatan dengan malam Jumat, maka langsung disimpulkan bahwa itulah Lailatul Qadar.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan penjelasan mengenai hal ini. Dalam kajian yang dirangkum dari kanal YouTube @AdiHidayatOfficial, UAH menegaskan bahwa tidak ada dalil shahih yang menyatakan bahwa Lailatul Qadar pasti terjadi di malam Jumat.
“Tidak ada hadits shahih yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar jatuh di malam Jumat. Yang pasti, Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk bahwa malam itu berada di sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya malam-malam ganjil,” ujar UAH.
Rasulullah SAW dalam haditsnya bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim).
Menurut UAH, yang terpenting bukanlah menebak-nebak tanggalnya, melainkan bagaimana memanfaatkan momen sepuluh malam terakhir untuk memperbanyak ibadah. “Jangan sampai sibuk mencari malamnya, tapi lupa beribadah,” tegasnya.
Di sisi lain, pendapat ulama tentang waktu Lailatul Qadar memang beragam. Mayoritas sepakat bahwa ia terjadi pada malam-malam ganjil, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Namun, ada juga yang meyakini bahwa Lailatul Qadar tidak selalu tetap dan bisa bergeser setiap tahun.
Imam Al-Ghazali memiliki metode unik untuk memprediksi Lailatul Qadar. Ia menghitungnya berdasarkan hari pertama Ramadhan. Jika Ramadhan dimulai pada Ahad atau Rabu, Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada malam ke-29. Jika Senin, malam ke-21. Jika Selasa atau Jumat, malam ke-27. Sedangkan jika Kamis, malam ke-25, dan jika Sabtu, malam ke-23.
Meski metode ini menarik, tetap tidak ada jaminan kepastiannya. Oleh karena itu, para ulama tetap menekankan pentingnya memperbanyak ibadah di seluruh malam-malam terakhir Ramadhan.
Kesalahan umum yang sering dilakukan sebagian orang dalam mencari Lailatul Qadar adalah terlalu fokus pada satu malam, mengandalkan tanda-tanda fisik seperti perubahan cuaca atau kilauan matahari di pagi hari. Padahal, tanda-tanda tersebut tidak selalu bisa dijadikan patokan.
Lebih parah lagi, ada yang hanya beribadah maksimal di satu malam lalu kembali lalai setelahnya. “Yang benar adalah konsisten dalam beribadah, bukan berjudi dengan ibadah hanya pada satu malam tertentu,” ujar UAH.
Jadi, bagi yang masih ngotot meyakini bahwa Lailatul Qadar pasti terjadi di malam Jumat, sebaiknya mulai berpikir ulang. Daripada sibuk menebak-nebak, lebih baik manfaatkan sepuluh malam terakhir dengan penuh kesungguhan. Jangan sampai ketika malam itu benar-benar datang, justru terlewatkan karena hanya fokus di satu malam saja. (**)