Minggu, April 26, 2026

Komeng Baru Tahu Ada Islam Negeri dan Islam Swasta

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Suasana penuh keakraban dan canda tawa mewarnai Reuni Akbar dan Halalbihalal Keluarga Alumni (Kalam) UIN Walisongo Semarang yang digelar Sabtu (19/4/2025) di Auditorium II kampus setempat.

Acara ini bukan hanya jadi ajang temu kangen, tetapi juga hiburan, terutama karena kehadiran komedian sekaligus Anggota DPD RI Alfiansyah Bustami atau yang lebih dikenal sebagai Komeng.

Komeng tak datang sendiri. Ia ditemani komedian Rudi Sipit yang turut mencairkan suasana dengan gaya khasnya yang kocak dan santai di hadapan para alumni.

Dalam gaya bercandanya, Komeng secara spontan menyinggung nama kampus UIN yang menurutnya unik karena ada kata “Islam Negeri”. Ia pun menyambungnya dengan pertanyaan kocak.

“Aku baru tahu loh, ternyata ada Islam negeri dan Islam swasta. Kalau negeri, masuk surga dapat dana APBN ya?” canda Komeng, sontak disambut tawa riuh hadirin.

Candaan itu membuat suasana auditorium makin hangat. Komeng juga mengaku senang bisa hadir di tengah keluarga besar alumni UIN Walisongo yang dinilainya penuh keakraban.

Ketua Umum Kalam Walisongo, Drs. H Lukman Khakim, M.Si mengungkapkan bahwa Reuni Akbar kali ini terasa istimewa dengan hadirnya dua komedian nasional yang membawa nuansa baru.

Menurut Lukman, ajang ini digelar sebagai peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-11 Kalam Walisongo. Momen ini diharapkan bisa mempererat hubungan antaralumni.

Ia menambahkan, alumni UIN Walisongo telah menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan kini banyak yang menempati posisi penting di berbagai bidang.

“Dulu sebelum reformasi, alumni banyak yang masuk Kementerian Agama. Tapi sekarang sudah merambah ke berbagai sektor, bahkan di luar keagamaan,” katanya.

Salah satu contoh yang disampaikan Lukman, ada alumni yang kini menjabat Wakil Bupati Merauke, daerah yang mayoritas penduduknya nonmuslim.

Ada juga yang menempati posisi sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Kabinet Merah Putih, menandakan luasnya jangkauan kiprah alumni.

Karena itu, Lukman menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan rasa peduli di antara alumni agar terus bisa memberi kontribusi nyata.

“Soliditas ini penting. Jika terjaga, kita akan lebih peka dan peduli terhadap sesama alumni,” ujarnya penuh harap.

Ia pun mendorong agar Kalam Walisongo tak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tapi juga bisa memberi manfaat lebih luas untuk masyarakat dan bangsa.

“Kita ingin alumni UIN Walisongo menjadi warna yang menyejukkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Walisongo Prof Dr Nizar M.Ag turut hadir dan menyampaikan sambutannya mengenai peran strategis alumni.

Menurutnya, alumni adalah bagian tak terpisahkan dari almamater. Mereka menjadi aset berharga untuk kemajuan kampus maupun pembangunan bangsa.

Nizar juga berharap agar Reuni Akbar ini menjadi titik awal dari berbagai kerja sama konkret antara kampus dan Kalam Walisongo.

Beberapa bentuk kerja sama yang ditawarkan antara lain penerbitan kartu alumni berbasis digital, pemberian beasiswa, serta pembentukan dana abadi alumni.

Dengan kolaborasi yang kuat dan saling menguatkan, Nizar yakin jaringan alumni UIN Walisongo akan menjadi kekuatan besar yang produktif.

Reuni yang dipenuhi gelak tawa, nostalgia, dan semangat kebersamaan ini pun ditutup dengan harapan agar Kalam Walisongo terus menjadi perekat antar generasi. (bhq)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.