MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang meresmikan pendirian Fakultas Kedokteran pada Rabu (23/4/2025) di kampus tersebut.
Fakultas Kedokteran UIN Walisongo mengelola dua program studi, yakni Prodi Kedokteran dan Prodi Pendidikan Profesi Dokter.
Prosesi peluncuran fakultas baru ditandai dengan pemutaran video perjalanan pendirian fakultas, yang menampilkan tahapan dan proses panjang sejak awal penggagasan hingga hari peresmian.
Rektor UIN Walisongo, Prof. Nizar, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam pendirian fakultas tersebut.
Ia secara khusus menyebut nama mantan Rektor UIN Walisongo periode 2019–2023, Prof. Imam Taufiq, yang menghidupkan kembali tim pendirian Fakultas Kedokteran.
Tak hanya itu, dukungan juga datang dari Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta dua tokoh medis nasional, Prof. Ariawan Soejoenoes (spesialis kebidanan) dan Prof. Amin Husni (spesialis saraf).
Prof. Nizar menegaskan bahwa pembukaan Fakultas Kedokteran selaras dengan visi kampus, yakni unity of science, tanpa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum.
“Distingsi (perbedaan) UIN Walisongo dibandingkan universitas lain terletak pada karakter, akhlak, dan religiusitas,” katanya.
Sebagai langkah strategis ke depan, UIN Walisongo berencana membangun Rumah Sakit Pendidikan di Kampus 1.
Dengan pembukaan Fakultas Kedokteran ini, UIN Walisongo Semarang resmi mengelola program studi di bidang kesehatan dan memperkuat perannya dalam pengembangan keilmuan integratif berbasis nilai-nilai keislaman. (bhq)