Rabu, Mei 6, 2026

Zita Anjani Batal Jadi Pembicara Seminar Unpad dengan Alasan Agenda Padat, Panitia Justru Temukan Dirinya Unggah Story Gym

Panitia Seminar Nasional Magister Pariwisata Universitas Padjadjaran (Unpad) 2025 menyampaikan kekecewaan mendalam setelah Staf Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, membatalkan secara sepihak kehadirannya sebagai pembicara utama pada hari pelaksanaan acara, Rabu (10/9/2025).

Zita sebelumnya dijadwalkan menjadi keynote speaker dalam acara yang digelar di Kampus Dipatiukur Bandung. Sejak Februari 2025, panitia sudah menjalin komunikasi intens dengan Zita, dan pada Mei ia telah menyanggupi untuk hadir. Awalnya Zita meminta hadir secara luring, lalu menjelang H-1 berubah menjadi daring lewat Zoom.

Ketua Program Studi Magister Pariwisata Berkelanjutan Sekolah Pascasarjana Unpad sekaligus Ketua Panitia, Evi Novianti, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memenuhi berbagai permintaan khusus dari Zita, mulai dari penyediaan teleprompter, daftar peserta yang hadir, hingga penyesuaian format acara.

“Beliau mau luring awalnya. Menjelang H-1 berubah lagi jadi daring melalui Zoom,” kata Evi.

Selain itu, Zita juga meminta menjadi keynote speaker tanpa sesi tanya jawab, dan panitia menyanggupi. Namun, pada hari-H, meski koordinasi terus dilakukan dengan ajudannya, hingga 15 menit setelah jadwal resmi dimulai Zita tidak muncul.

“Sudah lewat 15 menit, baru ada jawaban, maaf agendanya numpuk. Itu saja jawabannya,” jelas Evi.

Ironisnya, saat seminar masih berlangsung, Zita justru mengunggah aktivitasnya di pusat kebugaran (gym) melalui Instagram Story.

“Setelah beliau enggak hadir, tiba-tiba ada story di gym. Anak-anak panitia jadi heboh. Ia tahan supaya jangan diramaikan dulu, tapi anak-anak kan pintar, jadi tahu,” ungkap Evi.

Sikap Zita membuat panitia kecewa dan merasa malu di hadapan pimpinan kampus.

“Warek pada nanya, kemana bu Zita? Ia hanya jawab mungkin beliau sibuk. Ia enggak mungkin bilang lagi nge-gym, nanti orang salah kaprah koordinasi panitia,” tambahnya.

Evi menyayangkan tindakan Zita yang tidak hanya membuat panitia dan peserta kecewa, tetapi juga menimbulkan rasa malu di hadapan pimpinan Unpad.

“Kalau memang berhalangan hadir, mengirimkan wakil sebenarnya sudah sangat menghargai panitia,” tegasnya.

Kejadian ini memunculkan pertanyaan publik terkait profesionalisme pejabat publik saat menghadiri acara akademik. Seminar Nasional Magister Pariwisata Unpad 2025 sendiri dianggap penting untuk pengembangan ilmu pariwisata, sehingga kehadiran pembicara kunci seharusnya menjadi bentuk tanggung jawab yang serius.

Kasus ini pun menjadi pelajaran agar komunikasi dan komitmen antara penyelenggara dan pembicara pada acara akademik ke depan bisa lebih jelas dan tegas, sehingga kekecewaan publik maupun panitia tidak kembali terulang.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.