Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali angkat bicara terkait polemik ijazah palsu yang sudah mencuat sejak beberapa tahun lalu.
Dalam pernyataannya, Jokowi menuding ada kekuatan besar yang membayangi isu ini, mengingat perdebatan mengenai keaslian ijazahnya tak kunjung berhenti dan terus dihidupkan selama empat tahun terakhir.
Menurut Jokowi, isu ini bukanlah persoalan biasa yang muncul secara spontan, melainkan sesuatu yang memiliki dukungan kuat.
“Ini kan tidak hanya sehari dua hari, sudah empat tahun yang lalu sudah ada. Kalau yang nafasnya panjang itu kalau enggak ada yang mem-back up enggak mungkin,” ujar Jokowi dalam tayangan Primetime News Metro TV, Sabtu, 13 September 2025.
Jokowi menegaskan bahwa dirinya siap mengikuti seluruh proses hukum yang tengah berlangsung.
Ia bahkan menyebut polemik ini bukan hanya menyeret dirinya, tetapi juga merembet kepada anaknya, Gibran Rakabuming Raka, hingga cucunya, Jan Ethes.
“Ijazah Jokowi dimasalahkan, ijazah Gibran dimasalahkan, nanti sampai ijazah Jan Ethes dimasalahkan. Apa pun, ikuti proses hukum yang ada. Semuanya kita layani,” katanya.
Sebelumnya, pada pertengahan Juli 2025 di Solo, Jokowi sempat menyampaikan bahwa ia merasa ada agenda besar politik yang tersembunyi di balik tudingan ijazah palsu.
Ia menilai isu ini sengaja digulirkan untuk merusak reputasinya di tingkat nasional, bahkan sampai pada isu pemakzulan Gibran.
Meski demikian, ia menyatakan tidak terpengaruh dan menganggap hal tersebut sebagai dinamika politik biasa.
Meski berbagai desakan muncul agar ia menunjukkan ijazah aslinya ke publik, Jokowi menegaskan tidak akan melakukannya di luar mekanisme hukum.
Ia hanya bersedia memperlihatkan dokumen tersebut dalam persidangan.
“Ini kan sudah dalam proses hukum, malah saya baca sudah dalam proses penyidikan. Ya sudah serahkan pada proses hukum yang ada. Kemudian nanti kita lihat di sidang-sidang yang ada di pengadilan seperti apa. Yang jelas saya ingin menunjukkan ijazahnya di dalam sidang pengadilan nantinya,” tegasnya.