Rabu, Mei 6, 2026

Disorot Publik, Wali Kota Prabumulih Bantah Mutasi Kepsek Gara-Gara Anak

Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, H. Arlan, akhirnya angkat bicara terkait polemik pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, yang viral dan menimbulkan gelombang simpati publik.

Sebelumnya, Roni dan seorang petugas keamanan di sekolah tersebut dikabarkan dimutasi karena menegur anak Arlan yang diduga membawa mobil ke sekolah. Kabar ini kemudian ramai dibicarakan setelah video haru perpisahan Roni dengan siswa-siswinya tersebar luas di media sosial.

Namun, Arlan membantah keras tudingan itu. Ia menyebut isu Roni dimutasi gara-gara menegur anaknya adalah hoaks.

“Saya sebagai Wali Kota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat Kota Prabumulih,” ujar Arlan dalam pernyataan video yang diunggah di akun Instagram @cak.arlan_official, Selasa (16/9/2025) malam.

Arlan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memindahkan Roni dari jabatannya. Ia hanya mengaku sempat menegur Roni, namun bukan karena urusan anaknya.

“Masalah berita-berita yang hoaks, di media mengatakan bahwa Pak Roni sudah diganti dan dipindahkan ke tempat sekolah lain. Ini adalah berita hoaks,” kata Arlan.

“Saya belum memindahkan Pak Roni, saya baru menegur Pak Roni karena di sekolahan itu ada masalah kasus yang membuat anak sekolah tidak betah di situ. Kasus itu sudah mencuat di media massa, maka saya sebagai Wali Kota Prabumulih memanggil Pak Roni, menegur Pak Roni jangan sampai terjadi lagi, yang guru sekolah itu sudah dipindahkan, sudah satu minggu yang lalu,” lanjutnya.

Ia juga menepis isu anaknya membawa mobil ke sekolah.
“Lalu berita masalah anak saya, itu adalah berita hoaks. Anak saya tidak membawa mobil ke sekolahan,” tegasnya.
“Anak saya diantar. Dan kalau ini menjadi suatu kesalahan, saya sebagai Wali Kota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, A. Darmadi, sebelumnya sempat menyatakan bahwa mutasi Roni merupakan permintaan langsung dari wali kota. “Benar, pergantian ini merupakan permintaan langsung dari pak wali kota,” katanya, Selasa (16/9).

Bahkan, Darmadi menyebut ada tiga perkara yang menjadi alasan mutasi: kasus chat mesum guru SMP, kasus lahan parkir berbayar di sekolah, dan persoalan anak wali kota saat hujan deras.

“Pertama kasus chat mesum viral guru SMP itu, kedua kasus lahan parkir berbayar yang bekerja sama dengan masyarakat, menurut pimpinan untuk anak-anak sekolah jangan dipungut uang parkir, lalu kasus anak wali kota saat hujan deras tidak boleh memarkirkan kendaraan yang mengantarnya ke lingkungan sekolah sehingga anak beliau kehujanan,” ungkapnya.

Namun dalam klarifikasi terbaru, Darmadi menjelaskan bahwa teguran terhadap Roni lebih terkait kasus chat mesum oknum guru P3K yang menghubungi siswi dengan pesan bernuansa seksual. Guru tersebut kini sudah diperiksa Inspektorat dan dalam proses pemecatan.

“Pak Roni diminta untuk menangani kasus ini secara serius. Tapi rupanya, momen itu justru memicu isu liar dan salah paham,” jelas Darmadi.

Polemik ini bahkan sempat disorot Ajudan Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, hingga menarik perhatian pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

“Apa ini benar? Kasihan kepseknya kalau betul begini,” tulis Hotman di Instagram.

Setelah polemik mencuat, Pemerintah Kota Prabumulih memastikan Roni kembali bertugas di SMPN 1 Prabumulih, sementara satpam yang sempat ditegur juga dipulihkan ke posisinya.

Sementara itu, Roni memilih tidak banyak berkomentar terkait kejadian ini. “Maaf saya takut salah. Silakan ke Disdik aja Mas,” ujarnya singkat.

Ia hanya menjelaskan bahwa video viral perpisahannya dengan siswa-siswi bukanlah sesuatu yang direncanakan.

“Itu spontan. Begitu siswa-siswi dengar saya dipindahkan, mereka menyerbu saya dan menangis,” kata Roni.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.