Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, resmi menggunakan dana pinjaman perbankan sebesar Rp215 miliar untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur jalan di 41 ruas wilayahnya.
“Dana sebesar Rp215 miliar itu, merupakan pinjaman dari Bank Jateng setelah sebelumnya mendapat persetujuan Kementerian Keuangan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nizamudin Al Huda, di Blora, Rabu (17/9/2025).
Huda menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini menjadi program prioritas untuk menjawab keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang selama ini menghambat mobilitas dan perekonomian daerah.
“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa merealisasikan pembangunan jalan di 41 ruas. Harapannya, proyek ini memperlancar akses warga, memudahkan distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Beberapa ruas yang masuk dalam proyek antara lain Jalan Mojowetan–Sidomulyo–Lemahputih di Kecamatan Banjarejo dengan pagu Rp3 miliar, serta Jalan Blora–Nglangitan di Kecamatan Blora–Tunjungan dengan pagu Rp5 miliar. Target penyelesaian pengerjaan jalan ditetapkan hingga akhir 2025.
Huda menambahkan proyek tersebut melibatkan konsultan pengawas dan tim teknis untuk memastikan kualitas pekerjaan. Salah satu proyek yang sudah berjalan adalah pembangunan Jalan Cabak–Bleboh sepanjang 2,2 kilometer dengan konstruksi rigid beton dan pelebaran hingga 4,5 meter.
Selain melalui pinjaman daerah, Pemkab Blora juga mengajukan perbaikan jalan lewat program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Pinjaman daerah Rp215 miliar itu disepakati antara Pemkab, DPRD, dan Bank Jateng pada 9 Mei 2025 di Semarang. Dari jumlah tersebut, Rp205 miliar dialokasikan untuk proyek jalan, sementara Rp10 miliar disiapkan sebagai cadangan kas (liquid reserve).
Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora, Djoko Salbiyanto, menjelaskan bahwa pencairan pinjaman dilakukan bertahap sesuai progres proyek.
“Pelunasan menjadi tanggung jawab penuh pemerintahan saat ini dan harus selesai sebelum masa jabatan Bupati Blora berakhir,” ujarnya.
Djoko menambahkan, kinerja fiskal Pemkab Blora dinilai kredibel. Hal itu terbukti pada 2021 lalu, ketika Pemkab Blora mengajukan pinjaman sebesar Rp150 miliar dan berhasil melunasinya lebih cepat dari jadwal tanpa terkena penalti.