Sabtu, April 18, 2026

Menkeu Purbaya Tolak Gunakan APBN untuk Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.

Menurut Purbaya, proyek tersebut kini berada di bawah pengelolaan Danantara yang sudah menerima lebih dari Rp80 triliun dividen dari BUMN, sehingga seharusnya bisa mengelola pembiayaan dari dana tersebut.

“Kalau pakai APBN agak lucu. Karena untungnya ke dia, susahnya ke kita. Harusnya kalau diambil dividen, ya tanggung jawab utangnya juga diambil,” tegas Purbaya usai melakukan sidak di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (13/10).

Sebelumnya, Danantara mengajukan dua opsi penyelesaian utang proyek Whoosh yang masih membebani keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Opsi itu meliputi penyertaan modal kepada KAI atau penyerahan infrastruktur kereta cepat kepada pemerintah.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa pemerintah tidak berencana memakai APBN untuk menutup utang Whoosh.

Ia mengatakan pemerintah sedang mencari skema pembiayaan alternatif yang tidak membebani kas negara.

Prasetyo menambahkan bahwa pembahasan terbaru di internal pemerintahan lebih menyoroti pengembangan proyek kereta cepat ke depannya, termasuk kemungkinan perluasan jalur hingga ke Surabaya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.