Senin, April 27, 2026

Kepsek SMAN 1 Cimarga Tampar Siswa Merokok, Ratusan Murid Mogok dan Berakhir Saling Memaafkan

Kasus siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, yang ketahuan merokok di area sekolah berbuntut panjang hingga menimbulkan aksi mogok massal. Peristiwa ini berawal dari tindakan Kepala Sekolah, Dini Fitri, yang menampar seorang siswa bernama Indra karena kedapatan merokok saat kegiatan Jumat Bersih.

Menurut keterangan, Dini Fitri awalnya menegur Indra karena mencium bau rokok di area belakang sekolah. Namun, siswa tersebut membantah sehingga membuat sang kepala sekolah terpancing emosi dan menampar pipi Indra. Dini mengaku bahwa tamparan tersebut bukanlah tindakan keras, melainkan spontanitas karena kesal melihat pelanggaran disiplin di sekolah.

Video kejadian itu sempat beredar di media sosial dan menimbulkan reaksi keras dari siswa lain. Akibatnya, sekitar 630 siswa melakukan aksi mogok sekolah sebagai bentuk protes terhadap tindakan sang kepala sekolah. Mereka menilai tindakan tersebut berlebihan dan meminta klarifikasi dari pihak sekolah.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten kemudian turun tangan. Dindikbud menegaskan bahwa sekolah merupakan kawasan bebas rokok dan siswa yang kedapatan melanggar aturan akan dikenai sanksi sesuai ketentuan. Namun, pihaknya juga menonaktifkan sementara Kepala Sekolah Dini Fitri untuk menjaga stabilitas dan ketenangan di lingkungan sekolah.

Gubernur Banten, Andra Soni, akhirnya memediasi pertemuan antara Dini Fitri dan Indra di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, keduanya saling memaafkan dan berjanji untuk memperbaiki hubungan. Dini Fitri meminta maaf atas tindakannya, sementara Indra juga mengakui kesalahannya karena telah melanggar peraturan sekolah.

Setelah mediasi dilakukan, Gubernur Andra mencabut status nonaktif terhadap Dini Fitri. Ia menjelaskan bahwa keputusan penonaktifan sebelumnya dilakukan semata-mata untuk menjaga kondusivitas sekolah, bukan sebagai bentuk hukuman.

“Yang penting sekarang semua pihak sudah saling memaafkan. Sekolah harus kembali kondusif, fokus pada pembelajaran dan kedisiplinan,” ujar Andra.

Pemerintah Banten menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara penegakan disiplin dan pendekatan edukatif di sekolah, agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.