Mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan puas terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hasil survei terbaru Rumah Politik Indonesia (RPI) menunjukkan tingkat kepuasan publik mencapai 86,4 persen.
Direktur Eksekutif RPI, Fernando Emas, menjelaskan bahwa angka tersebut terdiri dari kategori cukup puas, puas, dan sangat puas.
Sementara itu, 12,7 persen responden menyatakan tidak puas dan 0,9 persen lainnya memilih tidak menjawab.
Fernando mengatakan, kepuasan publik paling tinggi diberikan pada sektor hukum, pertahanan, ekonomi, serta pemberantasan korupsi.
Di bidang hukum dan pertahanan, 75,6 persen masyarakat menyatakan puas dan 5,6 persen sangat puas.
Di bidang ekonomi, 73,5 persen menyatakan puas dan 2,7 persen sangat puas.
Untuk bidang sosial dan politik, tingkat kepuasan mencapai 72,2 persen dengan 3,6 persen menyatakan sangat puas.
Sementara bidang pemberantasan korupsi menjadi yang tertinggi, dengan 81,1 persen puas dan 5,9 persen sangat puas.
Menurut Fernando, meningkatnya kepuasan publik tak lepas dari realisasi berbagai program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kebijakan PPN 12 persen untuk barang mewah, serta subsidi bagi pengemudi ojek daring.
Meski pelaksanaannya belum sempurna, masyarakat tetap optimistis bahwa program-program tersebut akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan.
“Meskipun masih ada kekurangan, masyarakat melihat adanya arah perubahan yang positif,” ujar Fernando.
Selain tingkat kepuasan, survei RPI juga mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 92,7 persen.
Angka ini mencakup kategori cukup percaya, percaya, dan sangat percaya.
Fernando menilai bahwa tingginya angka kepuasan dan kepercayaan publik menunjukkan adanya konsistensi antara persepsi positif dan hasil nyata yang dirasakan masyarakat.
“Kepuasan berbanding lurus dengan kepercayaan publik. Ini menjadi indikator kuatnya stabilitas dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran,” katanya.
Survei dilakukan pada 9–16 Oktober 2025 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling dan margin of error ±3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.