Sabtu, April 25, 2026

Pabrik GMM Blora Berhenti Giling, Petani Tebu Desak Pemerintah Turun Tangan

Berhentinya pabrik penggilingan tebu yang disuarakan petani di Kabupaten Blora masih berlanjut. Puluhan pengurus dan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora kembali mendatangi kantor DPRD Blora, Senin (20/10/2025).

Mereka menggelar audiensi bersama pihak Pabrik Gendhis Multi Manis (GMM) dan Perum Bulog untuk membahas persoalan serius yang tengah dihadapi para petani.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Ketua DPRD Mustopa, Wakil Ketua DPRD Lanova Chandra, serta Direktur Perum Bulog Febby Novita, para petani menyampaikan keresahan akibat terhentinya proses giling di Pabrik GMM sejak awal Oktober 2025.

Kerusakan pada mesin penggiling utama membuat pabrik tidak bisa beroperasi, padahal saat ini sedang berlangsung musim panen. Sementara itu, curah hujan tinggi di wilayah Blora menyebabkan tebu di lahan mulai rusak dan menurunkan kadar rendemen gula.

Ketua APTRI Blora, Drs. H. Sunoto, menegaskan bahwa kondisi ini menimbulkan kerugian besar bagi para petani yang telah menunggu hasil panen.

“Sekarang waktunya panen, tapi pabrik berhenti giling. Hujan membuat tebu roboh dan kadar gulanya turun. Kami minta ada solusi cepat, jangan sampai petani rugi terus,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Direktur Utama GMM, Sri Emilia Mudiyanti, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan perbaikan intensif terhadap mesin utama dan berupaya agar pabrik segera kembali beroperasi.

“Kami memahami keresahan petani. Perbaikan sedang kami percepat, dan kami berkomitmen agar pabrik bisa kembali beroperasi secepat mungkin,” katanya.

Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi tersebut dan memastikan hak-hak petani terlindungi.

“Kami ingin ada langkah konkret dan cepat. Jangan sampai petani kita menjadi korban. Pemerintah daerah siap memfasilitasi agar tebu bisa segera digiling,” tegas Arief.

Sementara itu, Ketua DPRD Blora, Mustopa, menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi ke Perum Bulog untuk meminta klarifikasi. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Bulog yang langsung menurunkan tim ke Blora untuk meninjau kondisi di lapangan.

Namun karena belum tercapai titik temu antara petani, pihak pabrik, dan Bulog, DPRD Blora berencana membawa persoalan ini ke tingkat pusat.

“Kami akan ke Jakarta untuk bertemu dengan manajemen pusat Bulog dan pihak terkait lainnya agar persoalan ini segera terselesaikan,” tutur Mustopa.

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak di Kabupaten Blora, mengingat ribuan petani tebu menggantungkan nasibnya pada kelancaran proses giling di pabrik GMM.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.