Kamis, Juni 11, 2026

Atap Asrama Putri Ponpes Situbondo Ambruk Diterpa Angin, 1 Santriwati Tewas dan Belasan Luka-luka

Atap asrama putri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ambruk pada Rabu (29/10/2025) dini hari sekitar pukul 00.30–01.00 WIB.

Peristiwa terjadi saat para santriwati sedang beristirahat. Berdasarkan data gabungan dari pihak kepolisian, BPBD, dan pesantren, satu orang santri meninggal dunia, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal diketahui bernama Putri (12), warga Dusun Rawan, Desa Besuki, Kecamatan Besuki. Jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu pagi pukul 08.00 WIB.

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Darmawan mengatakan total ada 12 hingga 19 santriwati yang menjadi korban. “Satu satriwati meninggal dunia dan sudah dikebumikan tadi jam 8 pagi,” ujarnya.

Enam korban dirawat di Puskesmas Besuki, empat di RSUD Besuki, dan satu di RSIA Jatimned.

Kapolsek Besuki AKP Febry Hermawan menuturkan, insiden diduga dipicu hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Besuki sebelum kejadian. “Untuk penanganan peristiwa ini sudah diambil alih oleh Polres Situbondo, dan tadi pagi polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto, menambahkan bahwa atap lantai dua asrama putri ambruk akibat terpaan angin kencang dan kondisi bangunan yang sebelumnya sudah retak karena gempa berkekuatan 5,7 magnitudo pada 25 September lalu.

“Bangunan yang terdampak adalah asrama putri lantai dua. Sebagian struktur bangunan mengalami keretakan pascagempa bulan lalu, dan saat hujan deras disertai angin kencang, atapnya ambruk menimpa beberapa santri yang sedang tidur,” katanya.

Sruwi juga menjelaskan bahwa selain korban jiwa, empat santri mengalami luka-luka serius, dua di antaranya patah tulang.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Pihak keluarga korban sudah menerima dan membuat surat pernyataan,” ujarnya.

Pengasuh pondok, Kiai Hasan, mengaku 19 santri berada di kamar asrama saat kejadian. “Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal,” katanya.

Saat ini, tim gabungan dari Polres Situbondo, BPBD, Koramil, Dinsos, dan perangkat desa Blimbing telah melakukan pembersihan puing bangunan serta penanganan darurat. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti ambruknya bangunan.

“Hasil penyelidikan kami masih belum tahu penyebabnya, apakah faktor cuaca atau faktor yang lain. Kami juga akan koordinasi dengan pihak kementerian,” ujar Kapolres Rezi.

Bangunan asrama berukuran 8×6 meter dengan ketinggian 3 meter itu kini berstatus rusak berat, dengan kerugian material masih dalam proses pendataan pihak pondok.

BPBD Situbondo mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk pemantauan cuaca. Masyarakat, terutama di daerah pesisir dan dataran tinggi, diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan hujan deras,” kata Sruwi.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.