Momen mengharukan terjadi saat Job Fair & Upskilling Disabilitas yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Seorang pemuda disabilitas bernama Zidan (20) menjadi perhatian publik setelah videonya viral ketika mendapat kesempatan diwawancarai langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Dalam video yang beredar, Zidan warga Cimanggis, Depok tampak membawa map berisi berkas lamaran yang ia sebarkan ke berbagai stan perusahaan. Upayanya menarik perhatian Pramono yang hadir membuka acara job fair tersebut. Akun jabodetabek24info turut mengunggah momen itu dengan narasi menyentuh: “Pasti ada doa ibunya di rumah, ngedoain biar langsung keterima kerja. Semangat terus, Bang Zidan!”
Pramono lalu menghampiri Zidan dan menanyakan keahlian yang dimilikinya.
“Kamu mau melamar pekerjaan apa? Komputer bisa?” tanya Pramono.
“Insya Allah bisa, Pak,” jawab Zidan.
“Desain grafis bisa enggak?”
“Desain grafis juga bisa,” sahut Zidan penuh percaya diri.
Setelah berbincang, Pramono langsung menyerahkan berkas lamaran Zidan kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan. “Sama Pak Gubernur dikasihkan ini ya, ke Kepala Dinas Ketenagakerjaan yang ngurusin,” ucap Pramono, disambut ucapan terima kasih dari Zidan.
Zidan merupakan pemuda dengan kondisi dwarfisme, bertinggi sekitar 120 cm. Ia mendatangi beberapa stan pekerjaan, mulai dari minimarket hingga retail, demi mencari kesempatan untuk mandiri. Melihat semangat itu, Pramono menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas di dunia kerja.
“Mungkin tingginya enggak sampai satu meter, dan saya sudah meminta Kepala Dinas Ketenagakerjaan untuk dibantu disalurkan,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan sekitar 150 penyandang disabilitas melalui program job fair, serta membuka Kafe Difabis di sejumlah lokasi seperti Blok M dan Dukuh Atas sebagai ruang kerja inklusif. Selain itu, Pemprov juga menyediakan kartu disabilitas yang memberi akses layanan publik, termasuk transportasi gratis di Transjakarta, MRT, LRT, dan Mikrotrans.
“Kartu disabilitas, mereka betul-betul kalau ingin menggunakan kartunya itu bisa apa saja,” katanya.
Pramono menekankan dua fokus utama dalam peningkatan kesejahteraan disabilitas: matching job dan upskilling job. Ia meminta Dinas Ketenagakerjaan untuk memperkuat dua program tersebut agar inklusi dapat berjalan efektif.
Dengan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,18 persen dan kontribusi 16,61 persen terhadap GDP nasional, Pramono berharap manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas.
“Pertumbuhan itu harus merata. Pertumbuhan itu harus memberikan manfaat dan kegunaan, termasuk bagi pemegang kartu disabilitas,” ujarnya.
Momen pertemuan Zidan dan Pramono ini pun menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas, sekaligus membuka harapan baru bagi Zidan dalam perjalanan mencari pekerjaan yang layak.