Sabtu, April 25, 2026

TNI AD Ditugasi Kelola Peternakan Ayam untuk Program MBG

TNI Angkatan Darat akan mengembangkan peternakan ayam petelur serta lahan pangan produktif di seluruh Indonesia untuk mendukung penyediaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini merupakan hasil rapat perdana Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta.

Ketua Harian Tim Koordinasi MBG, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak telah memerintahkan seluruh kodim untuk mulai beternak ayam petelur dan memanfaatkan lahan milik TNI AD guna menanam sayuran, buah-buahan, serta tanaman pangan lainnya.

Menurutnya, peran TNI AD sangat krusial karena program MBG berskala nasional dan berpotensi meningkatkan permintaan bahan pangan secara signifikan.

Saat ini tercatat ada lebih dari 14 ribu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dengan sekitar 40 juta penerima manfaat, mulai dari pelajar hingga anak balita.

Jika penyediaan bahan baku tidak diantisipasi, ketersediaan pangan dapat terganggu.

Karena itu, Nanik menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga agar pasokan bahan makanan tetap stabil.

Selain TNI AD, Kementerian Koperasi juga siap menyalurkan dana bergulir ratusan miliar rupiah untuk memperkuat koperasi pangan yang akan menjadi pemasok utama ayam, telur, dan sayuran ke jaringan SPPG di berbagai daerah.

Langkah ini diharapkan bisa menekan lonjakan harga bahan makanan yang mulai terlihat sejak program MBG diluncurkan.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan dari 13 kementerian/lembaga dan tiga kementerian koordinator tersebut, sejumlah isu lintas sektor turut dibahas, termasuk penyusunan menu bergizi untuk ibu hamil dan anak balita serta penerapan 19 prosedur standar kebersihan dapur MBG.

Kementerian Kesehatan melaporkan baru 1.218 dari lebih dari 14 ribu dapur MBG yang telah memenuhi syarat sertifikat laik higiene dan sanitasi.

Masih banyak fasilitas yang belum memenuhi standar karena ditemukan bakteri E. coli pada sumber air dan kondisi fisik dapur yang belum layak.

Nanik memastikan BGN bersama Kementerian Kesehatan akan mempercepat pembenahan agar dapur-dapur yang sempat ditutup bisa segera beroperasi kembali dengan standar keamanan pangan yang lebih ketat.

Program Makan Bergizi Gratis menargetkan 83 juta penerima manfaat pada 2026, mencakup anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Presiden Prabowo Subianto juga telah menyetujui usulan agar kelompok lansia dan penyandang disabilitas ikut menerima manfaat program ini sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan kesejahteraan masyarakat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.