Sabtu, Mei 2, 2026

Siswa SMPN 19 Tangsel Diduga Dirundung hingga Alami Rabun dan Tak Bisa Jalan, Sekolah Sebut Sudah Dimediasi

Seorang siswa kelas 7 SMPN 19 Kota Tangerang Selatan berinisial MH (13) diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya. Akibat kekerasan tersebut, MH mengalami kondisi kesehatan serius hingga matanya rabun dan tubuhnya lemas tak mampu berjalan.

Kakak korban, Rizki, menjelaskan bahwa adiknya sudah mengalami kekerasan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). “Sejak masa MPLS, yang paling parah kemarin 20 Oktober yang dipukul kepalanya pakai kursi,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, MH mulai mengeluh sakit kepala hebat dan menceritakan kepada orang tuanya. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit karena kondisinya semakin memburuk.

“Kondisi sekarang sangat memprihatinkan, badan udah enggak bisa dibawa jalan, pada lemes semua seluruh tubuhnya, mata sedikit rabun, sering pingsan dan gamau makan,” tutur Rizki.

Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa MH sudah sering menerima kekerasan dari teman sekelasnya, mulai dari ditendang hingga dipukul, namun baru berani bercerita setelah kondisinya parah.

“Yang paling parah dipukul kursi kena bagian kepalanya. Baru cerita semua pas kejadian sudah parah,” tambah Rizki.

Menurut Guru Bimbingan Konseling SMPN 19 Tangsel, Sriwida, pihak sekolah baru mengetahui kejadian itu pada Selasa (21/10/2025) setelah mendapat kabar dari orang tua korban.

“Ketika sore di tanggal 21 itu kami baru mendapatkan informasi dari orang tuanya by phone,” ujarnya. Saat itu, orang tua korban menyampaikan bahwa MH mengalami gangguan penglihatan akibat dugaan bullying.

“Mata sebelah kanan tidak bisa melihat, pusing kalau jalan,” kata Sriwida.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sekolah menggelar mediasi pada Rabu (22/10/2025) yang dihadiri oleh kedua pihak. Kepala SMPN 19 Tangsel, Frida Tesalonik, menyebut telah ada kesepakatan bahwa keluarga terduga pelaku akan menanggung biaya pengobatan korban.

“Sudah melahirkan kesepakatan kedua belah pihak. Pelaku sudah bertanggung jawab untuk membiayai pengobatan korban,” jelasnya.

Namun, Rizki mengatakan bahwa tanggung jawab itu baru sebatas biaya scanning dan satu kali terapi. “Pihak keluarga pelaku kemarin bertanggung jawab untuk scanning dan terapi satu kali. Untuk pengobatan sekarang di RS katanya nggak ada uang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni, menyatakan telah memediasi orang tua korban dan pelaku serta akan memantau kondisi MH.

“Sudah kami mediasi masing-masing orang tua sudah ketemu dengan pihak sekolah juga. Kami juga berkunjung ke rumah orang tua untuk memastikan kondisi anak,” ujarnya.

Kini MH masih menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, usai sebelumnya dirawat di rumah sakit swasta di Tangsel. Kondisinya disebut masih lemah dan membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.