Krisis BBM melanda sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, memicu ketegangan antara warga dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Dalam kunjungannya, Bahlil menyampaikan bahwa pasokan BBM untuk wilayah Sumatera, khususnya Sumut, disebut aman.
“Secara stok di wilayah sumatera khususnya sumut itu cukup,” ujar Bahlil dalam jumpa pers, Rabu (3/12).
Namun pernyataan itu langsung dibantah seorang warga yang menyela dengan suara lantang. “Enggak ada cukup pak di sini kosong, sudah 5 hari di sini gada bbm pak,” tegas warga tersebut.
Protes keras itu membuat suasana hening sejenak dan kemudian viral di media sosial karena dianggap mewakili kekecewaan publik. Warga lain juga mempertanyakan, “Gada cukup pak disini kosong,” sambil menyampaikan bahwa kelangkaan sudah berlangsung selama lima hari.
Situasi di lapangan memang menunjukkan bahwa sejumlah SPBU di wilayah terdampak kehabisan stok akibat terhambatnya distribusi. Kerusakan infrastruktur pasca-banjir bandang dan longsor membuat banyak daerah terisolasi sehingga truk tangki tidak bisa menjangkau lokasi.
Bahlil akhirnya mengakui bahwa persoalan utama bukan stok, melainkan jalur distribusi yang terputus. Ia menyebut pemerintah tengah berupaya mempercepat perbaikan akses dan mencari jalur alternatif.
“Tahunya gini kalau jalannya sudah bisa masuk… kalau jalan daratnya itu sudah normal, mudah-mudahan… pasti longgar seperti semula,” jelasnya.
Selain BBM, Bahlil mengatakan bahwa elpiji sudah tersedia di pusat kota, namun masih terkendala dibawa ke daerah terdampak. Pemerintah juga mencoba mobilisasi melalui jalan tikus dan metode lain demi memperlancar distribusi. Meski begitu, hingga kini belum ada kepastian kapan pasokan BBM dapat kembali normal.
Insiden “semprotan warga” ini menyulut reaksi luas di media sosial. Banyak warganet menilai suara warga tersebut sebagai representasi frustrasi masyarakat terhadap penanganan distribusi logistik pascabencana. Krisis ini menegaskan bahwa stok melimpah tidak berarti apa-apa jika akses distribusi terputus, dan warga yang menunggu selama berhari-hari kini menagih kehadiran solusi nyata dari pemerintah.