Sabtu, April 25, 2026

Pusaka Kyai Bisma Kembali Diarak, Warga Blora Padati Jalanan

Menjelang peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora, suasana kota kembali dipenuhi nuansa budaya dengan digelarnya tradisi Kirab Temu Gelang Pusaka Keris Kyai Bisma pada Kamis Kliwon malam Jumat Legi (4/12/2025).

Prosesi sakral yang selalu dinantikan masyarakat ini berlangsung pada malam hari, menghadirkan kekhidmatan yang khas sebagai bagian dari rangkaian tradisi turun-temurun Blora.

Kirab dimulai dari Pendopo Kabupaten sekitar pukul 23.30 WIB, dipimpin langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman dengan laku tapa bisu tanpa percakapan.

Dalam suasana hening tersebut, para peserta berjalan sambil memanjatkan doa untuk keselamatan Blora. Pusaka utama Keris Kiai Bisma diserahkan Bupati kepada Kepala Dindagkop UKM, Kiswoyo, sebagai pembawa pusaka selama kirab.

Komunitas Tosan Aji juga turut serta membawa berbagai pusaka seperti kendi tanah liat, keris, dan tombak.

Rute temu gelang ditempuh dengan berjalan kaki mengelilingi pendopo dan rumah dinas Bupati serta Wakil Bupati, melalui Jl. RA. Kartini, Jl. Dr. Sutomo, Jl. Gunung Sumbing, hingga kembali ke alun-alun dan Pendopo Kabupaten.

Warga tampak antusias menyaksikan dan merekam kirab, terutama di persimpangan jalan. Agus, salah satu warga, merasa terkesan dengan suasana sakral yang ia lihat.

”Kemarin tahu dari medsos kalau malam ini akan ada kirab. Ya kita nonton, pengen tahu juga. Ternyata setenang ini, sama sekali tidak ada yang bicara. Semuanya berjalan pakai pakaian adat jawa, khidmat sekali. Rasanya seperti di Solo atau Jogja,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Iwan Setiyarso, menjelaskan bahwa peserta kirab tahun ini sangat lengkap.

”Termasuk para Camat se-Kabupaten Blora, seluruh Kalur se-Kabupaten Blora, dan perwakilan Kepala Desa dari 16 Kecamatan. Semuanya memakai pakaian adat beskap landung tanpa keris dan blangkon gaya Surakarta. Sedangkan undangan putri memakai pakaian Samin atau Kebaya,” ungkapnya.

Ia menambahkan adanya partisipasi dari Permadani, Sedulur Sikep, hingga penampilan tari golek campursari dari LPK Merpati Blora.

”Sebuah tari klasik jawa yang menggambarkan tentang kehidupan remaja putri yang sedang tumbuh dewasa. Ada juga cokekan gamelan Jawa,” bebernya.

Bupati Arief Rohman menegaskan makna besar tradisi ini bagi masyarakat Blora.

”Kirab Pusaka sering dilaksanakan satu pekan sebelum peringatan hari jadi. Yang tahun ini digelar Kamis malam Jum’at. Menjadi pengingat bagi semuanya. Melestarikan budaya peninggalan leluhur sekaligus menjadi momentum untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Blora senantiasa mendapatkan keselamatan, dan keberkahan, aamiin,” tuturnya.

Ia juga berharap Blora terus berkembang sesuai tema hari jadi.

”Mohon doanya semoga Blora di usianya yang ke 276 ini bisa semakin baik. Guyub Rukun Masyarakatnya, kondusif untuk melanjutkan pembangunan. Sesuai tema hari jadi kali ini yakni Nyawiji mBangun Blora Akur Makmur Misuwur,” tambahnya.

Usai prosesi, Keris Kiai Bisma dan pusaka lainnya dikembalikan ke ruang penyimpanan di Rumah Dinas Bupati, menandai berakhirnya rangkaian kirab malam itu.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.