Kamis, April 23, 2026

Iran Tegaskan Tolak Mediasi Konflik Timur Tengah, Tak Mau Lagi Berunding dengan AS

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, Iran menegaskan tidak akan menerima tawaran mediasi dari negara mana pun. Pemerintah Teheran menyatakan tidak lagi percaya pada proses negosiasi dengan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Kamis. Ia menanggapi pernyataan Kementerian Luar Negeri RI yang menyebut Indonesia siap memfasilitasi dialog demi meredakan ketegangan kawasan, termasuk kesiapan Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator.

“Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” kata Dubes Boroujerdi.

Boroujerdi menjelaskan Iran telah tiga kali melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat, namun menurutnya setiap perundingan tersebut selalu berakhir dengan pelanggaran kesepakatan atau tindakan militer dari pihak Washington.

Ia mencontohkan negosiasi pertama terkait kesepakatan nuklir yang menghasilkan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2015 antara Iran dan sejumlah negara besar dunia. Namun kemudian Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian tersebut.

“Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” ucapnya merujuk pada serangan Juni 2025 lalu.

Negosiasi ketiga terjadi saat Oman bertindak sebagai mediator. Ketika itu delegasi Iran dan Amerika Serikat tengah melakukan negosiasi tidak langsung putaran ketiga di Jenewa, Swiss. Namun proses tersebut terhenti setelah operasi militer antara kedua negara terjadi.

Merujuk pada pengalaman negosiasi yang berakhir tanpa hasil, Boroujerdi menegaskan Iran kini tidak lagi membuka peluang perundingan dan memilih melanjutkan perjuangan hingga mencapai kemenangan.

“Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” ucapnya.

Sementara itu, upaya mediasi juga datang dari negara lain. Presiden Rusia Vladimir Putin disebut turut menawarkan diri menjadi perantara untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Menurut pernyataan Kremlin, Putin menyampaikan kesiapan tersebut saat melakukan percakapan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Dalam pembicaraan itu, Rusia juga menyampaikan keluhan UEA terkait serangan yang terjadi kepada pihak Iran.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.