Senin, April 27, 2026

Efek Konflik Timur TengahRupiah Ambruk

Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan ditutup di level Rp17.105 per dolar AS pada perdagangan Selasa (7/4/2026), atau melemah 0,42 persen di pasar spot.

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan respons singkat.

Ia menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah bukan fenomena tunggal, melainkan juga dialami oleh berbagai mata uang negara lain.

“Bukan hanya rupiah, berbagai currency lain juga demikian,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah.

Ultimatum yang diberikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang menekan sentimen investor.

Ketegangan ini memicu gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir, sehingga memperketat ekspektasi pasokan energi global.

Dampaknya, premi risiko di pasar minyak meningkat dan mendorong pelaku pasar bersikap lebih hati-hati.

“Investor bersiap menghadapi potensi eskalasi menjelang tenggat waktu yang ditetapkan AS. Gangguan distribusi energi meningkatkan risiko di pasar global,” ujar Ibrahim.

Di sisi lain, upaya diplomatik antara AS dan Iran belum menunjukkan titik terang. Iran menolak proposal yang didukung AS, termasuk rencana gencatan senjata sementara selama 45 hari serta pembukaan Selat Hormuz secara bertahap.

Sebagai gantinya, Iran mengajukan sejumlah syarat, mulai dari penghentian konflik secara permanen, jaminan keamanan yang mengikat, pencabutan sanksi, hingga kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Sementara itu, Trump menegaskan tenggat waktu yang diberikan bersifat final.

Ia bahkan memperingatkan bahwa kegagalan Iran memenuhi tuntutan dapat berujung pada serangan militer terhadap infrastruktur strategis.

Situasi ini membuat pasar keuangan global diliputi ketidakpastian, yang turut memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.