Minggu, April 26, 2026

Andrie Yunus Jalani 5 Operasi Usai Disiram Air Keras, Mata Terancam Hilang Penglihatan

Aktivis KontraS, Andrie Yunus, masih menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban penyiraman air keras. Hingga kini, ia telah menjalani lima kali operasi pada bagian tubuh, termasuk kulit dan mata.

Informasi tersebut disampaikan anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Fatia Maulidiyanti, dalam aksi peringatan 30 hari kejadian di depan RSCM, Jakarta.

“Andrie sudah menjalani sekitar lima kali operasi untuk kulit dan juga mata. Untuk kulitnya sudah dijalankan operasi skin graft (cangkok kulit), jadi penambalan dari kulit paha ke sekujur badannya di bagian dada, leher, dan lengan gitu,” kata Fatia, Minggu (12/4).

Ia menyebut proses pemulihan Andrie masih panjang dan memerlukan perawatan lanjutan dalam beberapa bulan ke depan, termasuk rencana operasi tambahan pada bagian mata.

“Jadi Andrie akan masih tetap menjalani pengobatan sampai dengan beberapa bulan ke depan dan empat bulan lagi juga Andrie rencananya akan kembali dioperasi matanya begitu,” sebutnya.

Fatia juga mengungkapkan kondisi mata kanan Andrie mengalami kerusakan serius akibat cairan asam yang mengenai wajahnya, sehingga berisiko kehilangan penglihatan.

“Jadi kita sekarang berdoa supaya Andrie bisa dicangkok matanya dan juga bisa pulih gitu ya matanya karena karena air asamnya itu sangat pekat pada akhirnya membuat bola matanya meleleh, dan pada akhirnya Andrie terancam untuk kehilangan penglihatan di mata kanannya,” tuturnya.

Peristiwa penyiraman terjadi pada Kamis (12/3) malam. Dalam penanganan kasus ini, TNI telah menetapkan empat anggota sebagai tersangka.

Keempatnya merupakan personel Denma (Detasemen Markas) Bais TNI dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Saat ini, proses hukum telah memasuki tahap pelimpahan berkas ke Oditur Militer II-07 Jakarta untuk selanjutnya diperiksa dan disiapkan menuju persidangan di pengadilan militer.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.