Langkah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara sekitar 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapat dukungan dari Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago.
Meski begitu, ia menyoroti dugaan adanya praktik “permainan” oleh koordinator wilayah (korwil) yang dinilai melindungi SPPG bermasalah.
“Saya setuju dan mendukung BGN men-suspend SPPG yang mengurangi manfaat, bukan itu saja, saya juga mendukung BGN men-suspend SPPG yang tidak memiliki IPAL dan tidak sesuai standar,” kata Irma saat dihubungi, Sabtu (25/4/2026).
Irma juga memina BGN memecat para korwilnya yang bermain-main dengan SPPG. Menurutnya, para kowil tersebt yang melindungi SPPG tidak berkualitas.
“Saya minta BGN untuk memberhentikan korwil BGN yang main-main dengan SPPG, melindungi SPPG yang tidak berkualitas tapi mau nyogok mereka,” ucap dia.
Ia menilai praktik tersebut masih banyak terjadi dan menjadi penyebab SPPG tak berstandar tetap beroperasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Korwil-korwil yang seperti ini banyak dan saya minta BGN tidak hanya beri sanksi tapi pecat jika main-main mata dengan SPPG yang tidak standar, tidak punya IPAL, dan mengurangi manfaat,” tuturnya.
Irma menambahkan, meski banyak SPPG telah memenuhi standar, masih ada yang melanggar aturan.
“Pertanyaannya kenapa yang nakal dan tidak sesuai standar bisa operasional? Ya karena main mata dengan korwilnya. Sederhana kan? Maka saya apresiasi BGN yang mulai berbenah dan mensuspend SPPG yang nakal-nakal tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappisus, Aris Marsudiyanto, menyebut penghentian sementara dilakukan setelah ditemukan pengurangan porsi dalam program MBG.
“Ya kalau tidak salah ada 1.700-an SPPG ya yang sudah di-suspend oleh BGN ya untuk diperbaiki. Ya di sini adalah bentuk bagaimana keseriusan BGN untuk mengelola SPPG dengan berkualitas ya seperti spesifikasi standarisasi yang telah ditetapkan,” kata Aris Marsudiyanto.
Langkah ini diharapkan menjadi momentum pembenahan agar kualitas layanan SPPG semakin terjamin dan tepat sasaran.