Minggu, April 26, 2026

Bupati Bantah Penembakan ASN di Yahukimo Kaitan Politik dan Kunjungan Wapres!

Bupati Kabupaten Yahukimo, Didimus Yahuli, menegaskan penembakan terhadap ASN Yemis Yohame tidak berkaitan dengan agenda politik maupun kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Korban merupakan ASN aktif yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian di Dinas Perumahan Yahukimo dan ditembak saat mengakses Wi-Fi di pinggir jalan pada Selasa malam, 21 April 2026.

Didimus juga meluruskan informasi soal jabatan korban.

“Korban bukanlah Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Bupati sebagaimana informasi yang beredar, meskipun secara hubungan kekeluargaan korban memang dikenal dekat dan sering membantu pimpinan daerah,” kata Bupati Didimus Yahuli dalam keterangan resmi, Minggu (26/4/2026).

Ia menegaskan insiden tersebut bukan bagian dari agenda politik.

“Insiden penembakan ASN Yemis Yohame bukan bagian dari agenda politik atau berkaitan dengan kunjungan Wakil Presiden. Saya dengan tegas membantah spekulasi di media sosial yang mengaitkan insiden ini dengan kunjungan Wakil Presiden ke Yahukimo pada 21 April lalu,” tegasnya.

Didimus menyebut peristiwa itu sebagai tindak kriminal murni dan meminta masyarakat tidak terprovokasi.

“Saya minta masyarakat tidak terprovokasi oleh suara-suara sumbang di media sosial yang mencoba mendiskreditkan pihak tertentu atau mengaitkan peristiwa ini dengan situasi politik,” ujarnya.

Ia memastikan kasus ini tengah diusut aparat.

“Saya sudah meminta Pak kapolres untuk mengusut tuntas kasus ini, mengungkap motif pelaku, dan menyeretnya ke meja hijau agar keluarga korban mendapatkan keadilan,” katanya.

“Saya harap semua elemen masyarakat dapat membantu mengungkap pelaku penembakan dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian,” ujar Didimus lagi.

Bupati juga mengimbau agar publik tidak berspekulasi soal pelaku.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga Yemis Yohame yang merupakan salah satu aset masa depan Yahukimo. Terima kasih juga kepada suku Yali dan Mek yang tetap tenang dan tidak terprovokasi melakukan aksi balasan horizontal,” katanya.

Sebelumnya, Kodam XVII/Cenderawasih menyebut korban ditembak oleh kelompok OPM di Distrik Dekai.

“Saya mewakili Kodam XVII/Cenderawasih mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban dan mengutuk kekejian oleh OPM, yang dengan sengaja menembak warga sipil, sehingga korban meninggal dunia,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Tri Purwanto.

“Saat ini, aparat keamanan gabungan sedang melaksanakan penyelidikan atas kasus ini, dan memburu pelaku yang diduga melarikan diri ke hutan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Kapendam.

Kasus ini diharapkan segera terungkap agar pelaku dapat diproses hukum dan situasi keamanan tetap kondusif.

Bupati Bantah Penembakan ASN di Yahukimo Kaitan Politik dan Kunjungan Wapres!

Bupati Kabupaten Yahukimo, Didimus Yahuli, menegaskan penembakan terhadap ASN Yemis Yohame tidak berkaitan dengan agenda politik maupun kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Korban merupakan ASN aktif yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian di Dinas Perumahan Yahukimo dan ditembak saat mengakses Wi-Fi di pinggir jalan pada Selasa malam, 21 April 2026.

Didimus juga meluruskan informasi soal jabatan korban.

“Korban bukanlah Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Bupati sebagaimana informasi yang beredar, meskipun secara hubungan kekeluargaan korban memang dikenal dekat dan sering membantu pimpinan daerah,” kata Bupati Didimus Yahuli dalam keterangan resmi, Minggu (26/4/2026).

Ia menegaskan insiden tersebut bukan bagian dari agenda politik.

“Insiden penembakan ASN Yemis Yohame bukan bagian dari agenda politik atau berkaitan dengan kunjungan Wakil Presiden. Saya dengan tegas membantah spekulasi di media sosial yang mengaitkan insiden ini dengan kunjungan Wakil Presiden ke Yahukimo pada 21 April lalu,” tegasnya.

Didimus menyebut peristiwa itu sebagai tindak kriminal murni dan meminta masyarakat tidak terprovokasi.

“Saya minta masyarakat tidak terprovokasi oleh suara-suara sumbang di media sosial yang mencoba mendiskreditkan pihak tertentu atau mengaitkan peristiwa ini dengan situasi politik,” ujarnya.

Ia memastikan kasus ini tengah diusut aparat.

“Saya sudah meminta Pak kapolres untuk mengusut tuntas kasus ini, mengungkap motif pelaku, dan menyeretnya ke meja hijau agar keluarga korban mendapatkan keadilan,” katanya.

“Saya harap semua elemen masyarakat dapat membantu mengungkap pelaku penembakan dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian,” ujar Didimus lagi.

Bupati juga mengimbau agar publik tidak berspekulasi soal pelaku.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga Yemis Yohame yang merupakan salah satu aset masa depan Yahukimo. Terima kasih juga kepada suku Yali dan Mek yang tetap tenang dan tidak terprovokasi melakukan aksi balasan horizontal,” katanya.

Sebelumnya, Kodam XVII/Cenderawasih menyebut korban ditembak oleh kelompok OPM di Distrik Dekai.

“Saya mewakili Kodam XVII/Cenderawasih mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban dan mengutuk kekejian oleh OPM, yang dengan sengaja menembak warga sipil, sehingga korban meninggal dunia,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Tri Purwanto.

“Saat ini, aparat keamanan gabungan sedang melaksanakan penyelidikan atas kasus ini, dan memburu pelaku yang diduga melarikan diri ke hutan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Kapendam.

Kasus ini diharapkan segera terungkap agar pelaku dapat diproses hukum dan situasi keamanan tetap kondusif.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.