Sejumlah pejabat ekonomi dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang melemah hingga menembus Rp17.400 per dolar AS. Pemanggilan ini melibatkan anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK).
Sejak sore hari, sejumlah pejabat mulai berdatangan, di antaranya Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua LPS Anggito Abimanyu, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Tak lama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga tiba, disusul Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Jura Agung.
Sebagian besar pejabat yang hadir memilih irit bicara saat ditanya agenda rapat, termasuk soal kemungkinan pembahasan stabilisasi nilai tukar rupiah.
“Tunggu dulu ya, nanti,” kata Suahasil saat tiba.
Berbeda dengan yang lain, Purbaya memberikan sedikit gambaran terkait pertemuan tersebut. Ia menyebut seluruh anggota KSSK hadir dan peran utama dalam penanganan nilai tukar berada di bank sentral.
“KSSK datang. Yang penting saya gini, dengan pondasi ekonomi yang bagus nggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar, tapi itu bukan kerjaan saya, kerjaan bank sentral. Nanti dia yang jelaskan gimana cara perbaikinya,” ujar Purbaya.
Selain itu, sejumlah menteri koordinator bidang ekonomi juga terlihat hadir, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.