Kamis, Mei 14, 2026

Kasus MBG di Surabaya Memanas, Pigai: Anak Sehat dan Kenyang Pasti Pintar

Program makan bergizi gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah ratusan siswa di Surabaya mengalami keracunan makanan. Menteri HAM RI Natalius Pigai menegaskan program MBG tetap penting untuk menciptakan generasi sehat dan berkualitas.

Pigai menyampaikan hal itu saat meninjau korban keracunan MBG di RSIA IBI Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Diketahui, sekitar 200 siswa dari 12 sekolah mengalami gejala pusing, mual, hingga diare usai menyantap makanan dari SPPG Tembok Dukuh, Bubutan.

Menurut Pigai, MBG tidak hanya bertujuan mengatasi masalah gizi seperti stunting dan busung lapar, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia unggul.

“Jadi, MBG itu tidak hanya sekedar untuk mengurangi patologi sosial seperti stunting, busung lapar dan lain-lain, tapi MBG itu juga untuk menyiapkan SDM yang unggul,” katanya.

Ia menilai program tersebut berperan penting dalam menciptakan generasi cerdas di masa depan.

“Kalau anak sehat, kenyang, maka sudah pasti pintar. Maka sudah pasti anak yang cerdas di masa yang akan datang,” ucapnya.

Namun, Pigai mengakui masih ada persoalan dalam pengelolaan dapur SPPG yang dinilai kurang profesional sehingga memicu kasus keracunan makanan.

“Masalahnya, dapur kadang-kadang tidak profesional. Tujuannya (MBG) baik, tapi dapurnya kurang cermat, disiplin, dan profesional. Masalahnya itu saja,” ujarnya.

Ia menegaskan dapur SPPG yang bermasalah harus dihentikan operasionalnya dan pengelolanya dapat masuk daftar hitam.

“Untuk itu, dapur yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemberian MBG kepada 13 sekolah tersebut sudah wajib dan harus diganti dan dihentikan,” tegasnya.

“Karena ini kesalahan orang, bukan kesalahan SPPG, jadi yang seharusnya di-blacklist kesalahan orang pengelolanya, kesalahan pemiliknya,” imbuhnya.

Saat ini operasional dapur MBG di SPPG Tembok Dukuh dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium makanan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.