Senin, Juni 29, 2026

Diduga Rem Blong, Truk Tabrak 5 Motor di Bekasi Dan Seorang Pengemudi Ojol Tewas

Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di persimpangan Universitas Islam “45” (Unisma), Jalan Cut Meutia, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (29/6/2026).

Sebuah truk boks diduga mengalami rem blong hingga menabrak sedikitnya lima sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah. Akibat insiden tersebut, seorang pengemudi ojek online meninggal dunia, sementara sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, mengatakan truk boks Isuzu bernomor polisi B-9916-TXT diduga kehilangan fungsi pengereman saat melaju dari arah Jakarta menuju Terminal Bekasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kendaraan diduga tidak dapat berhenti ketika mendekati persimpangan sehingga menabrak deretan sepeda motor yang sedang menunggu lampu hijau. Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Sukanta, pengendara sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B-6088-RAQ yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan di RSUD Kota Bekasi.

Sementara itu, penumpang yang dibonceng korban, Nur Jamilah, mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di RS Siloam. Delapan korban lainnya mengalami luka ringan, yakni Saiful Qomari, Tomiy, Salza Maylia Zukriansyah, Eka Sari Effriyanty, Taufik Hidayat, Muhammad Fathurrohman Al Jaziri, Erlis Dwi Setiowati, dan Inggrid Selvia Gita.

Mereka menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi, sementara sebagian korban telah diperbolehkan pulang.

Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah korban tergeletak di badan jalan usai tertabrak truk. Beberapa sepeda motor juga tampak mengalami kerusakan parah dan berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Salah seorang saksi mata, Bayu Kusuma (24), mengatakan truk sudah melaju dengan kecepatan tinggi sejak dari arah Jakarta. Menurutnya, saat tiba di persimpangan, lampu lalu lintas telah berubah merah, namun truk tetap melaju hingga menghantam para pengendara yang sedang berhenti.

Setelah menabrak kendaraan yang berada di depannya, truk disebut masih terus melaju dan kembali menghantam pengendara dari arah Tol Bekasi Timur menuju SMP Negeri 2 Kota Bekasi. Bayu menduga kendaraan mengalami rem blong karena lajunya sudah tidak terkendali sebelum mencapai persimpangan.

Petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Hardi Sanusi, juga menyebut kecelakaan terjadi saat pergantian lampu lalu lintas. Menurutnya, truk melaju cukup kencang sehingga tidak mampu menghindari tabrakan ketika kendaraan dari arah lain mulai bergerak.

Usai kejadian, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, mendokumentasikan lokasi, serta mengecek kondisi para korban di sejumlah rumah sakit. Penyelidikan mengenai penyebab pasti kecelakaan masih terus berlangsung.

Sementara itu, Kepala Cabang Jasa Raharja Bekasi Raya, Eko Prasetya, memastikan seluruh korban akan memperoleh hak sesuai ketentuan.

Ahli waris korban meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp50 juta, sedangkan korban luka-luka mendapatkan jaminan biaya perawatan di rumah sakit hingga maksimal Rp20 juta. Jasa Raharja juga akan berkoordinasi dengan rumah sakit dan keluarga korban agar proses penyaluran santunan dapat segera dilakukan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.