Senin, Juni 29, 2026

Alarm Bahaya! Harga Gas Industri Disebut Bisa Picu PHK hingga 50.000 Pekerja

Lonjakan biaya gas bagi sektor industri mulai menjadi perhatian pemerintah karena dinilai berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha dan penyerapan tenaga kerja. Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah melakukan kajian menyeluruh terhadap potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diperkirakan bisa mencapai 50.000 pekerja.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan pihaknya masih mendalami masukan dari kalangan serikat pekerja terkait dampak kenaikan biaya gas industri terhadap keberlangsungan usaha dan kondisi ketenagakerjaan.

Menurut Anwar, Kemnaker akan mengidentifikasi sektor-sektor yang mengalami peningkatan PHK beserta faktor penyebabnya sebelum menentukan langkah penanganan yang tepat. Ia menegaskan proses tersebut diperlukan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Berdasarkan data sementara, sektor manufaktur menjadi salah satu sektor yang mencatat jumlah PHK cukup tinggi. Namun, pemerintah masih melakukan verifikasi untuk memastikan besaran dan komposisi PHK yang terjadi di masing-masing sektor industri.

Selain memetakan dampak, pemerintah juga menyiapkan berbagai upaya mitigasi bagi pekerja yang terdampak. Fokus utama Kemnaker adalah membantu korban PHK agar dapat kembali memperoleh penghasilan, baik melalui penempatan kerja baru maupun pengembangan usaha mandiri.

Untuk mendukung langkah tersebut, Kemnaker menyediakan program pelatihan peningkatan kompetensi bagi pencari kerja serta pelatihan kewirausahaan bagi pekerja yang ingin membangun usaha sendiri. Pemerintah juga menggandeng sejumlah kementerian dan lembaga agar peserta memperoleh pendampingan, akses pelatihan, serta informasi mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta pemerintah segera menurunkan harga gas industri. Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, memperingatkan sekitar 50.000 pekerja berpotensi terkena PHK apabila tingginya biaya energi tidak segera diatasi.

Menurut KSPSI, sektor industri keramik menjadi salah satu yang mulai merasakan dampak kenaikan harga gas karena biaya produksi terus meningkat. Serikat pekerja pun mengingatkan bahwa ancaman PHK massal dapat terjadi apabila tidak ada langkah cepat dari pemerintah untuk menekan beban biaya industri.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.