Sabtu, April 18, 2026

Aliran Dana BJB Seret Nama Ridwan Kamil, KPK Bidik Timses Pilgub DKI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami aliran dana dari kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021–2023 yang menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan salah satu fokus pendalaman adalah terkait aliran uang dari RK kepada selebgram Lisa Mariana Presley Zulkandar (LM). Lisa diperiksa sebagai saksi pada 22 Agustus 2025.

“Saudari LM didalami terkait dengan aliran uang dari saudara RK kepada saudari LM. Tentu didalami terkait juga tempuhnya (waktu, red.), dan modus-modusnya seperti apa,” ujar Budi di Gedung KPK, Kamis (11/9/2025) malam.

Budi menegaskan KPK masih menelusuri keterkaitan waktu dan modus pemberian tersebut dengan perkara korupsi Bank BJB. Selain itu, KPK juga membuka peluang memeriksa tim sukses RK saat berkontestasi di Pilgub DKI Jakarta 2024.

“Semuanya pasti akan didalami oleh penyidik karena memang dari dana non-bujeter ini mengalir ke beberapa pihak,” jelas Budi.

Meski begitu, KPK menduga aliran dana yang diterima RK sejauh ini digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti pembelian aset. Beberapa di antaranya telah diamankan, termasuk satu unit motor Royal Enfield dan mobil Mercedes-Benz (Mercy).

Lisa Mariana sendiri mengakui menerima uang dari RK, namun mengaku tidak mengetahui bahwa dana tersebut diduga terkait kasus korupsi BJB.

“Waktu itu beliau, ‘kan, masih menjabat. Ya sudah saya pikir beliau ada uang, banyak uang, tapi saya tidak tahu aliran itu dari Bank BJB,” kata Lisa di Gedung Bareskrim Polri, Kamis. Ia menolak menyebut jumlah uang yang diterimanya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka pada 13 Maret 2025, yaitu:

  1. Eks Dirut Bank BJB, Yuddy Renaldi (YR),
  2. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB, Widi Hartoto (WH),
  3. Pengendali agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri, Ikin Asikin Dulmanan (IAD),
  4. Pengendali agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress, Suhendrik (SUH),
  5. Pengendali agensi Cipta Karya Sukses Bersama, Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Perbuatan mereka diduga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp222 miliar.

Di sisi lain, Ridwan Kamil membantah terlibat atau mengetahui adanya dugaan korupsi di Bank BJB. Ia menegaskan selama menjabat hanya mendapat laporan dari BUMD melalui biro dan komisaris terkait.

“Saat menjabat sebagai gubernur, saya juga memiliki fungsi ex-officio. Dan untuk urusan BUMD, biasanya saya mendapat laporan dari Kepala Biro BUMD atau Komisaris terkait sebagai perwakilan Gubernur,” ujarnya, Selasa (18/3).

RK juga membantah kabar bahwa KPK menyita deposito senilai Rp70 miliar dari rumahnya.

“Deposito itu bukan milik kami. Tidak ada uang atau deposito kami yang disita saat itu,” tegasnya.

Ia menambahkan kondisinya saat ini baik-baik saja, meski jarang muncul di publik.

“Kondisi saya sehat wal’afiat, lahir dan batin. Tetap melakukan aktifitas keseharian seperti biasa. Hanya saja, sejak awal tahun, memang jarang meng-update kegiatan keseharian pribadi di media sosial,” kata RK.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.