Jumat, April 17, 2026

Anggaran Bansos Era Prabowo Tertinggi Sepanjang Sejarah

Gus Ipul Sebut Anggaran Bansos Era Prabowo Tertinggi Sepanjang Sejarah, Fokuskan pada Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap capaian besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama satu tahun terakhir, terutama dalam peningkatan nilai bantuan sosial.

Ia menyebut bahwa anggaran bansos di era Prabowo menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, mencapai lebih dari Rp110 triliun.

Menurut Gus Ipul, pagu anggaran tahun 2025 awalnya sebesar Rp71 triliun untuk 20 juta keluarga penerima manfaat (KPM), namun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, jumlah tersebut dinaikkan secara signifikan.

Ia menilai langkah ini mencerminkan kepedulian besar Presiden terhadap masyarakat kecil dan upaya memperkuat daya tahan ekonomi kelompok rentan.

Lebih jauh, Gus Ipul menjelaskan bahwa Prabowo tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan semata, tetapi juga ingin agar masyarakat penerima bansos bisa mandiri dan “naik kelas”.

Oleh karena itu, pemerintah membentuk Kementerian Koordinator Pemberdayaan untuk mempercepat transformasi dari sekadar bantuan menjadi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam satu tahun terakhir, Kementerian Sosial mencatat lebih dari 77 ribu keluarga penerima manfaat berhasil keluar dari program bansos karena kondisi ekonominya sudah membaik.

Gus Ipul menyebut pencapaian ini sebagai hasil nyata dari kebijakan Presiden yang mendorong perubahan berkelanjutan di lapisan bawah masyarakat.

Ia juga menyoroti keberhasilan program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu andalan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

Program ini dianggap mampu memberikan intervensi tepat sasaran bagi keluarga dengan anak-anak usia sekolah, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sosial di masa depan.

Selain itu, Gus Ipul menilai kehadiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi langkah strategis lain dari pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dengan DTSEN, pemerintah kini memiliki basis data yang terintegrasi untuk memastikan seluruh program sosial, mulai dari perlindungan hingga pemberdayaan, tepat sasaran dan efisien.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan DTSEN tertuang dalam Inpres Nomor 4 Tahun 2025, sebagai wujud komitmen pemerintah untuk menata data sosial-ekonomi nasional secara menyeluruh.

Menurutnya, konsolidasi data ini belum pernah dilakukan secara menyeluruh di era sebelumnya.

Gus Ipul optimistis, pondasi yang diletakkan pada tahun pertama pemerintahan Prabowo akan mulai menunjukkan dampak signifikan pada tahun kedua dan ketiga, terutama dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.