Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Blora terus digencarkan. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora bersama Pemerintah Kabupaten Blora menyalurkan bantuan usaha produktif kepada masyarakat kurang mampu, sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.
Program ini menyasar 105 penerima manfaat (mustahik), yang memperoleh bantuan berupa usaha peternakan ayam petelur skala rumahan, serta gerobak usaha untuk pedagang kaki lima dan gerobak bakso bagi pengguna sepeda motor.
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin Baznas yang terus dikembangkan jenis bantuannya agar lebih berdampak bagi masyarakat.
”Khusus untuk ayam petelur ini program baru dari Baznas dan banyak diminati masyarakat. Saya berpesan agar ayamnya dirawat dengan baik, jangan disembelih atau dijual. Jual saja telurnya, bisa untuk memenuhi gizi keluarga dan menambah ekonomi. Ini selaras dengan program ketahanan pangan Bapak Presiden,” ujar Bupati Arief, Selasa (7/10/2025).
Bupati menambahkan, melalui bantuan usaha produktif ini diharapkan ekonomi warga penerima manfaat dapat meningkat dan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat bawah.
”Ini semuanya dibiayai dari zakat para ASN Pemkab Blora. Jadi kami ucapkan terimakasih kepada seluruh ASN yang telah menyalurkan zakatnya setiap bulan ke Baznas. Zakat Bapak Ibu ASN semuanya bermanfaat untuk membantu saudara saudara kita yang kekurangan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Blora Sutaat menjelaskan bahwa dari 105 mustahik penerima manfaat, sebanyak 80 orang menerima bantuan usaha peternakan ayam petelur, sedangkan 25 lainnya mendapatkan gerobak usaha UMKM.
”Alhamdulillah, 105 keluarga kurang mampu yang terdata dalam DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) hari ini menerima bantuan usaha produktif. Mereka adalah para petani peternak, penjual penthol, penjual jajanan UKM dll,” ungkap Sutaat.
Ia menambahkan, untuk penerima bantuan ayam petelur, masing-masing memperoleh kandang lengkap dengan 20 ekor ayam yang siap bertelur setiap hari. Sedangkan penerima lain mendapatkan gerobak dorong hingga gerobak jualan pentol untuk sepeda motor.
Menurut Sutaat, seluruh penerima bantuan telah melalui tahapan verifikasi ketat berdasarkan usulan desa, surat keterangan tidak mampu sesuai data DTSEN, serta survei lapangan oleh tim Baznas Blora.
Salah satu penerima bantuan, Karsono, warga Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
”Terimakasih Pak Bupati dan Baznas Kabupaten Blora atas bantuan peternakan ayam petelur skala rumahan ini. Saya berjanji akan mengembangkan peternakan ini. Apalagi ayamnya bertelur setiap hari. Selain telur ayamnya untuk memenuhi kebutuhan gizi harian juga bisa dijual. Semoga nanti bisa saya kembangkan menjadi peternakan yang lebih besar, ini sebagai pancingan,” ujarnya.
Melalui sinergi antara Baznas dan Pemerintah Kabupaten Blora ini, diharapkan program zakat tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi umat, membuka peluang usaha baru, dan menumbuhkan semangat kemandirian masyarakat Blora.